TANAM

Konon setiap karya memiliki proses dan kisah kelahirannya tersendiri. Termasuk gambar ini.
Dibikin karena satu waktu tidak sengaja melihat sebuah baliho di seputaran Gondomanan. Format ukuran baliho itu ganjil, dengan tingginya empat kali lebarnya, artinya meninggi, tidak seperti ukuran baliho yang selama ini sering saya ‘tumpangi’.

Tentu ketika menemukan baliho itu, isi kepala segera dibongkar. Kira-kira poster mana yang pas ditempatkan di situ. Sepertinya tidak ada, karena ukuran balihonya tidak sesuai dengan format poster selama ini, yang biasanya berformat A kelipatannya, kalau pun ada, bosan karena terlalu sering. Pilihan terakhir tentunya bikin poster baru.


Itu terjadi di bulan Februari lalu, bulan di mana desir pesisir Kulon Progo bakal bertiup menginterupsi hari-hari saya yang tak sibuk-sibuk amat. Bulan penting menjelang April, bulan kelahiran Paguyuban Petani Lahan Pantai-Kulon Progo (PPLP-KP), organisasi tani yang di tahun ini memasuki usia ke 16 melawan tambang pasir besi di selatan Yogyakarta.
Poster ini memang sengaja dibikin sebagai materi visual ‘jaga-jaga’, apabila tiba-tiba mengalami kebuntuan ide untuk menggarap publikasi hari kelahiran PPLP. Saya ambil jalan pintas dengan memfokuskan pesan pada aktifitas mendasar petani, yaitu menanam. Menanam apapun dan di manapun, bahkan di bidang yang secara sepihak diklaim sebagai tanah penguasa.
Desain ini kemudian memang menemukan akhirnya sebagai spanduk untuk PPLP di hajatan mereka kemarin. Sebuah kebahagiaan tentunya, meski ini adalah tahun pertama peringatan hari kelahiran mereka diadakan tanpa kehadiran mas Wid.


Seperti seruan mereka para peruwat tanah; Tanam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s