PETANI DITEMBAK

petani-ditembakAtas nama pembangunan, hutan, gunung, sawah dan kampung harus dibakar, digusur, diratakan. Rezim sedang bekerja! Bangun, pembangunan! selayak kesurupan roh sang bapak pembangunan. Karpet merah investasi digelar selebarnya, petani diam jangan protes. Berani melawan, bedil jawabannya!

Catatan akhir tahun 2016 Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat telah terjadi 450 konflik agraria di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Melibatkan konflik antara warga dengan aparat hingga negara. Negara disandra oleh kepentingan korporasi, yang hanya punya satu perhitungan pasti, keuntungan investasi. Diluar keuntungan melipat gandakan keuntungan pemodal semacam resiko limbah, hancurnya ekologi, pemusnahan masyarakat adat, kerusakan tatanan masyarakat, negara dan korporasi tak akan ambil pusing, libas!

Ilustrasi pada karya ini dicontek dari logo ikonik PUBLIC ENEMY, grup hip hop NY tahun 1982. Sekaligus tentu sebagai penghargaan dari saya yang bukan penggemar hip hop taat, tapi sekafir-kafirnya pun, mendengar Fight the Power! nya PE adalah Continue reading

BERTANAH AIR TANPA PENGGUSURAN

Daulat-Tani-Tanpa-Penggusuran-backhol-bw-hrUntuk gerakan pembangkangan sipil, untuk kamu, untuk para petani yang kini berhadapan dengan aparat dan tentara yang patuh di bawah komando investor, di Langkat, Kulon Progo, Parangkusumo, Indramayu, Sorong, Lumajang, Majalengka, Batang, Bali dan sebaran titik api konflik agraria lainnya, doa-doa berwujud solidaritas harus kita kumandangkan, lawan dimana kakimu berdiri!

Poster ini gratis/free selama TIDAK ada kepentingan KOMERSIAL dalam penggunaan dan pengaplikasiannya. ( This free material is not to be reproduced for Sales Merchandise or For-Profit Materials. Use it only to raise awareness ) DILARANG KERAS mengubah/memodifikasi/mengedit materi visual apapun dalam desain poster ini tanpa pemberitahuan dan persetujuan sebelumnya. Poster ini dirancang dengan segala pertimbangan serius dan mendalam. Segala unsurnya telah didesain dengan memperhitungkan segala detail efektifitasnya. ANTI – TANK bertanggung jawab penuh terhadap semua materi visual yang telah diproduksi, sehingga tidak ada batas toleransi apabila hal penggunaannya dilanggar. Dan mohon segera mengirim foto atau dokumentasi hasil kerja penggunaan poster ini ke antitankproject@yahoo.co.id, karena Continue reading

Bertanah Air Tanpa Penggusuran

bertanah-air-tanpa-penggusuran

Jika memang kesadaran kebangsaan kita itu ada, maka nalar yang semestinya kita pakai sebagai masyarakat kolektif yang menyadari peran warga dalam menciptakan lingkungan beradab adalah nalar keberdayaan.

Masyarakat yang berdaya dan terhormat akan menempuh cara-cara beradab, emansipatif dan demokratis dalam menjawab setiap tantangan kehidupan kebangsaan.

Di hari-hari ini, aksi penggusuran semakin sporadis. Melibatkan Negara dalam segala bentuk kaki dan tangannya, melibas kaum yang dicap sebagai “benalu”.

“Benalu” ini bukannya diberdayakan sebagai manusia setara dengan manusia “benalu di tingkatan tertentu lainnya”, tapi justru dimusuhi. Dan berikutnya atraksi kebuasan eksekusi backhoe dan baton aparat yang kita saksikan bersama, sebagai tontonan di Continue reading

Awas Bahaya Laten Pengalihan Isu!

awas pengalihan isuBelakangan heboh isu ANTI KOMUNIS, mulai pusat hingga daerah. Terjadi banyak pembubaran acara oleh ormas dan aparat dengan dalih komunisme dan mengancam NKRI. Seperti kejadian yang menimpa Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta yang sedang memperingati World Press Freedom Day dengan salah satu agenda pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta. Kantor AJI didatangi ormas dan mereka berteriak memaksa acara bubar, dianggap menyebarkan komunisme. Pembubaran acara serupa juga terjadi di banyak kampus, yang sebetulnya, kampus dan forum-forum ilmiah lainnya dilindungi oleh undang-undang perihal kebebasan berdiskusi meski bertema komunisme sekalipun.
Mendadak bermunculan gambar palu-arit, operasi kaos palu-arit, hingga kejadian menyedihkan-penyitaan buku yang dicurigai berbau komunis, dan aparat melakukannya dengan melanggar hukum, karena tentara tidak berhak mencampuri urusan sipil, termasuk Continue reading

Hadang Fasisme!

HADANG FASISMEBahaya Fasisme semakin nyata, berbentuk Ormas keagamaan atau berwatak nasionalis berideologi militerisme.
Ancaman Ormas kekerasan tak mungkin lagi dibiarkan saja. Apa yang terjadi dengan penyerangan di SURVIVE! Garage oleh Ormas Keagamaan, dan penyerangan terhadap kelompok-kelompok minoritas lainnya yang semakin gencar adalah bentuk ancaman terhadap kemerdekaan berekspresi.
Solidaritas jaringan harus terus diperluas, merangkul kawan sebanyak mungkin dan mendorong usaha-usaha perlawanan terhadap ancaman kebebasan dan Continue reading

TENANG! PEMBUNUH MUNIR MASIH BERKELIARAN-11 Tahun Kasus Pembunuhan Munir

TENANG PEMBUNUH MUNIR MASIH BERKELIARANTahun ini, September, kita kembali dipaksa mengakui bahwa kita gagal. Seperti di tahun-tahun sebelumnya kita tak benar-benar bernyali membongkar tabir kegelapan pembunuhan terorganisir, pada salah satu kasus kejahatan terencana terburuk sepanjang sejarah bangsa ini.
Munir kembali menjadi hutang kita semua, atas semua kemudahan hak yang kita terima hari ini. Tangan-tangan kita turut merah berdarah, darah pengorbanan yang dibayar kelewat mahal oleh Munir. Tapi penyakit kita kembali cepat kambuh, menyamankan diri, menyerahkan diri, memasrahkan diri pada sekumpulan pembunuhnya yang berkeliaran sambil menenteng Continue reading

JOGJA ISTIMEWA HOTELNYA-Poster Download

jogja istimewaPoster ini diciptakan untuk pertama kalinya pada tahun 2014 lalu di bulan Oktober, pada kegiatan pembuatan mural “Jogja Asat” di Jembatan Kewek Yogyakarta. Sebagai mural kritik atas keringnya beberapa sumur warga di beberapa kampung di Yogyakarta yang diduga kuat disebabkan oleh maraknya pembangunan gedung-gedung raksasa semacam hotel, apartemen dan mall.
Yogyakarta kini memang sudah berubah. Jika dulu kota ini dipersepsikan sebagai sebuah kota yang damai, ramah, tertib, bersih, hijau, sekarang berubah drastis menjadi kota yang seolah-olah ingin terlihat modern. Modern dalam hal fisik pembangunannya. Bangunan-bangunan menjulang dibangun sebanyak-banyaknya di tempat yang tidak pas sama sekali, seperti di pemukiman kampung, mengakibatkan warga harus saling berebutan sumber daya air, bersaing dengan pihak hotel, apartemen dan mall. Kemacetan juga menjadi keluhan setiap orang, karena hotel memakan trotoar hingga badan jalan sebagai tempat parkirnya. Warga juga menjadi asing di kampung mereka sendiri, diakibatkan efek psikologi keberadaan bangunan besar di samping rumahnya.
Kampung adalah komponen penting bagi kota Yogyakarta, karena suasana “kampunglah” yang selalu diingat oleh mereka yang tinggal di luar Yogyakarta dan menyimpan impian untuk datang dan Continue reading