BOMBING SEHARUSNYA MEMANG MENGANCAM

Ini adalah sebuah tulisan singkat yang saya tulis pada tanggal 15 Januari lalu sebagai tulisan partisipan dalam event STREET ART MELAWAN yang di kordinasikan oleh teman – teman SURABAYA pada tanggal 17 Januari lalu. Tulisan ini saya terbitkan di sini agar dapat diakses meski event nya telah usai.
——————-

“We’re not asking for space, we taking a space.”
ZEPHYR

IMG_5085-satpol-sensor-2

Beberapa hari yang lalu seseorang yang lebih suka menyebut dirinya dengan X-Go menghubungi saya lewat pesan Facebook. Pesan ini berisi permintaan untuk kesediaan saya menuliskan sesuatu tentang apa yang sekarang sedang terjadi di Surabaya. Dan tulisan ini akan menjadi materi bacaan dalam rangkaian kegiatan yang akan mereka jalankan di Surabaya.
Menurut beliau, apa yang terjadi di Surabaya saat ini adalah sebuah gejolak dan gerakan dari para pelaku street art/garaffiti di sana, sebuah gejolak yang berawal dari peristiwa penangkapan dan penahanan sepuluh pemuda oleh SATPOL PP pada tanggal 27 Desember pukul 23.30 waktu setempat, ketika sedang melakukan aksi mural di sebuah ruko.
Ke sepuluh kawan kita itu dibebaskan keesokan harinya yaitu tanggal 28 Desember pukul 15.00 dengan keadaan Continue reading

Awas Preman Teriak Preman

premanTentu saja ini adalah tentang berita menghebohkan dari sudut pinggir kota Yogyakarta, tepatnya dari Lapas Cebongan. Tentang aksi penyerbuan dan pembunuhan terhadap 4 orang tahanan yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata serbu.
Berita heboh ini tentu segera tersebar di kota Yogyakarta, dan ya! mudah ditebak, opini – opini absurb pun mulai bertebaran, mulai dari isu anti premanisme, isu anti HAM, isu warga pendatang, yang mana tiba – tiba saja warga pendatang terkesan disalahkan atas kriminalitas yang terjadi di Yogya atau isu Pilpres yang dimanfaatkan oleh calon presiden dari kalangan militer untuk kembali menaikkan pamor militernya yang terjungkil balikkan oleh kekerasan demi kekerasan terhadap sipil di berbagai daerah. Sehingga mereka memanfaatkan kehebohan masyarakat yang tiba – tiba ber”i love you TNI” seperti jablay di kamar – kamar prostitusi, bahkan hingga ke jalanan Yogyakarta, banyak bertebaran spanduk – spanduk ganjil yang semua bernada sama, dengan mengatasnamakan “warga Yogyakarta” spanduk itu menyatakan bahwa preman harus MATI! TNI harus MEMBUNUH!
Dan tiba – tiba bergulir fenomena swiping preman di wilayah lain di indonesia, yang ini tentu tidak kalah absurbnya, mengingat bagaimana konyolnya penangkapan “Pukers” di Aceh beberapa waktu lalu, yang hanya karena Continue reading

Serangan Umum 1 Maret – Rebut Ruang Kota Jogja!


Ini adalah sebuah video dokumentasi aksi Serangan Umum 1 Maret yang beramai – ramai kita laksanakan pada hari Jumat 1 Maret 2013 lalu di Jembatan Kleringan atau kewek. Video ini dikerjakan oleh Budi Laksono dan teman – teman dari X CODE.
Terimakasih kepada Budi Laksono dan X CODE atas kehadiran dan dukungannya dalam aksi solidaritas mempertahankan keberadaan ruang publik yang manusiawi di Yogyakarta.

Surat Terbuka: Tindak Lanjut #SO1Maret untuk Walikota Yogyakarta

ai3oluSurat Terbuka untuk Walikota Yogyakarta 
tentang Pengelolaan Ruang Publik di Jembatan Kewek dan Lingkungannya

Yogyakarta, 4 Maret 2013

Hal : Permohonan Audiensi

Kepada Yth. Walikota Yogyakarta
di tempat

Dengan hormat,

Kami, masyarakat Yogyakarta, telah menemukan fakta bahwa kualitas pengelolaan ruang publik di Kota Yogyakarta sangat buruk dan jauh dari ideal. Banyak kasus privatisasi dan komersialisasi ruang publik Kota Yogyakarta yang terjadi dengan atau tanpa izin dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satu ruang publik yang tidak terkelola dengan baik adalah Jembatan Kewek dan lingkungannya. Jembatan Kewek dan lingkungannya telah ditetapkan sebagai bagian inti dari Kawasan Cagar Budaya Kotabaru di Kota Yogyakarta melalui Keputusan Gubernur DIY No 186/KEP/2011 tanggal 15 Agustus 2011 tentang Penetapan Kawasan Cagar Budaya. Namun, saat ini Jembatan Kewek dan lingkungannya telah disalahgunakan fungsinya untuk penyelenggaraan reklame berupa mural yang tercat pada dinding bangunan. Praktik ini telah melanggar ketentuan izin penyelenggaraan reklame yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 75 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No 8 Tahun 1998 tentang Continue reading

MERTI KUTHA

539690_535253696505334_1549491981_nBagi mereka yang merasa bahwa kondisi trotoar dan jalanan tak lagi manusiawi, bahwa tampilan kota hanya ramah kepada kepentingan iklan komersial yang menawarkan produk – produk yang bahkan tak kita perlukan, bagi mereka yang menyimpan kegeraman terhadap acuhnya pemkot terhadap kondisi sarana untuk masyarakat difabel,
Bergabunglah besok, Minggu 10 Februari 2012 pukul 07.00 wib.
Mari ciptakan kondisi yang lebih masuk akal dan Continue reading

ORA MASALAH HAR!

Beberapa waktu terakhir mata saya gelisah menangkap beberapa karya stensil yang ditempatkan di beberapa tempat strategis di wilayah Yogyakarta. Stensil dengan ukuran yang cukup besar dengan tulisan ORA MASALAH HAR!
Jujur saja, saya menyimpan rasa penasaran dari hari ke hari, karena hampir tidak ada petunjuk akan informasi dari maksud karya ini, meskipun ada, tetap saja terlalu sulit untuk diraba. Barulah setelah ditolong oleh saktinya internet saya menemukan jawabannya.
Stensil ini adalah salah satu bagian dari aksi kreatif beberapa orang yang mengkritisi kebijakan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti karena menghapus program car free day tiap Jumat di Balaikota.
Sebagai Pesepeda rutin saya juga merasa tersinggung dengan kebijakan ini. Karena bagaimanapun Yogyakarta telah mempunyai sejarah panjang yang baik terhadap pesepeda. Dan sudah sepantasnya kebijakan yang bernilai baik harus terus dipertahankan, bukan malah Continue reading