Kompas TV: Sekitar Kita (online)

Tayangan program Sekitar Kita: Pesan Dinding Untuk Kota Istimewa, di Kompas TV, Sabtu 26 Desember lalu, kini bisa disaksikan di youtube, dengan channel playlist “Sekitar Kita”, dengan Continue reading
Advertisements

Kompas TV: Sekitar Kita

Saksikan tayangan program Sekitar Kita: Pesan Dinding Untuk Kota Istimewa, di Kompas TV, Sabtu 26 Desember, pukul 16.30 WIB.
Meliput gerakan warga Yogyakarta dalam upaya penyelamatan lingkungan dari dampak buruk pebangunan gedung-gedung raksasa yang kini memborbardir seperti tak terhentikan.
Stay active!

JOGJA ISTIMEWA HOTELNYA-Poster Download

jogja istimewaPoster ini diciptakan untuk pertama kalinya pada tahun 2014 lalu di bulan Oktober, pada kegiatan pembuatan mural “Jogja Asat” di Jembatan Kewek Yogyakarta. Sebagai mural kritik atas keringnya beberapa sumur warga di beberapa kampung di Yogyakarta yang diduga kuat disebabkan oleh maraknya pembangunan gedung-gedung raksasa semacam hotel, apartemen dan mall.
Yogyakarta kini memang sudah berubah. Jika dulu kota ini dipersepsikan sebagai sebuah kota yang damai, ramah, tertib, bersih, hijau, sekarang berubah drastis menjadi kota yang seolah-olah ingin terlihat modern. Modern dalam hal fisik pembangunannya. Bangunan-bangunan menjulang dibangun sebanyak-banyaknya di tempat yang tidak pas sama sekali, seperti di pemukiman kampung, mengakibatkan warga harus saling berebutan sumber daya air, bersaing dengan pihak hotel, apartemen dan mall. Kemacetan juga menjadi keluhan setiap orang, karena hotel memakan trotoar hingga badan jalan sebagai tempat parkirnya. Warga juga menjadi asing di kampung mereka sendiri, diakibatkan efek psikologi keberadaan bangunan besar di samping rumahnya.
Kampung adalah komponen penting bagi kota Yogyakarta, karena suasana “kampunglah” yang selalu diingat oleh mereka yang tinggal di luar Yogyakarta dan menyimpan impian untuk datang dan Continue reading

Film BELAKANG HOTEL

Film dokumenter BELAKANG HOTEL, produksi WatchdoC kini bisa ditonton secara online.
BELAKANG HOTEL adalah sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang kisah keringnya sumur-sumur warga di tiga kampung di Yogyakarta. Keringnya sumur warga mulai terasa sejak hotel-hotel besar mulai berdiri di sekitar kampung mereka. Di film ini akan diceritakan tentang peran sumur yang bukan hanya berperan dalam aspek kepentingan kamar mandi saja namun perannya dalam aspek kebudayaan Jawa, dan kita akan bisa melihat bagaimana dampak pembangunan yang membabi buta bukan hanya akan memberikan dampak keringnya sumur saja, tapi juga berakibat pada upaya sistematis pemusnahan kebudayaan Jawa itu sendiri.
Meski film ini bersetting di Yogyakarta, film ini juga relevan untuk bisa dijadikan sebagai cerminan terhadap kondisi di banyak daerah di Indonesia, kondisi di mana masyarakat selalu dikalahkan oleh kepentingan modal dan kekuasaan elit.
Tonton dan sebarkan!

Film BELAKANG HOTEL

Belakang Hotel fixKarya poster untuk film dokumenter “BELAKANG HOTEL”.

Film dokumenter BELAKANG HOTEL yang diproduksi secara gotong-royong oleh para jurnalis video WATCHDOC dan komunitas warga di Yogyakarta mendokumentasikan bagaimana dampak keringnya air sumur warga di kampung Miliran, kampung Gowongan, dan kampung Penumping. Ketiga kampung itu berada tepat di belakang hotel yang dibangun dan beroperasi dalam kurun waktu 1-2 tahun yang lalu.
Kasus ini merupakan puncak gunung es dari hal yang cukup kompleks, mulai dari urusan perizinan dan pengelolaan tata ruang kota dan sumber daya publik yang terkandung di dalamnya. Walaupun kini air telah kembali karena musim hujan sudah tiba, tetapi upaya mitigatif harus dilakukan agar “Jogja Asat” atau keringnya sumur warga tidak terulang di waktu-waktu ke depan.

Pemutaran film ini mendorong keterlibatan aktif warga dan siapa saja yang memiliki kepedulian pada kelestarian dan keadilan pemanfaatan sumber daya air untuk menjadi bagian aksi ke Continue reading

Metro Realitas JOGJA ORA DIDOL

Bagi yang kemarin Kamis berhalangan menonton liputan Metro Realitas “JOGJA ORA DIDOL”, bisa ditonton disini.
Keistimewaan Jogja kini hanya berupa slogan hampa, kemacetan, ratusan hotel baru, kriminalitas, makelar tanah, sampah, arogansi pemerintah dan kriminalisasi warga penentang pembangunan hotel dan tambang pasir besi di Kulon Progo adalah bentuk keistimewaan nyata yang bisa dinikmati sekarang.