12 Tahun Munir

14242219_877512875712129_3405218452692145017_oMunir berarti Cahaya.
Cahaya yang pernah hadir di banyak peristiwa sejarah kelam bangsa ini.
Cahaya itu hadir di tahun 1993 ditengah para petani Nipah, Madura yang dibunuh oleh tentara, 1994 dalam kasus pembunuhan Marsinah, penasihat korban pembantaian Tanjung Priok 1984-1998, mendampingi keluarga korban penghilangan paksa 1997, mendampingi korban penembakan Semanggi I&II 1998-1999, mengadvokasi warga Aceh dan Papua dalam kasus pelanggaran HAM berat dan berbagai rentetan peristiwa ketidak-adilan yang menjadi perhatiannya.

Munir mati dan 12 tahun pembunuhnya masih berkeliaran. Ini berarti antrian nama calon korban pembunuhan berikutnya masih akan diperpanjang. Pembunuhnya masih berkeliaran dan dengan alasan apapun, siapapun bisa dilenyapkan.
Continue reading

Kenapa tidak mengamuk?

IMG_5271-2-2Saya heran, rasanya kantor-kantor partai yang mendukung RUU Pilkada masih sejangkauan langkah, dan setiap rumah di republik ini masih menyimpan korek api, lalukenapa tak ada yang marah? kenapa tidak mengamuk?
Kenapa masih betah saja dibodohi bertahun-tahun dengan cara-cara yang kelewat tak masuk akal?
Rasanya semua sepakat sekarang kalau mereka adalah musuh rakyat. Kenapa tak berbondong-bondong datangi dan bakar kantornya, tunjukkan siapa pemilik negara ini dan siapa yang jadi bos di republik ini!
Continue reading

MENOLAK LUPA! -Janji pada Munir

_MG_0424-3Beberapa kali selama bertahun-tahun belakangan, saya sering mendapatkan pertanyaan repetitif, “apa kamu gak bosan menempelkan poster Munir?”, atau “sebenarnya kenapa sih kamu nempelin Munir terus? dari dulu sampai sekarang, apa gak capek?”.

Menjawab serangkaian pertanyaan itu, membuat saya berpikir, apakah saya benar-benar sudah kehilangan rasa capek/bosan, ataukah mereka si penanya benar-benar serius menanyakan pertanyaan itu, atau apakah mereka benar-benar mengerti apa yang sebenarnya mereka tanyakan?

Saya tidak pernah betul-betul serius memikirkannya, seperti angin lalu, berlalu begitu saja. Apa yang terjadi hingga hari ini adalah saya masih mempunyai dan menyimpan banyak energi untuk terus menempelkan dan menyebarkan poster itu dalam wujud, metode ataupun Continue reading

BOMBING SEHARUSNYA MEMANG MENGANCAM

Ini adalah sebuah tulisan singkat yang saya tulis pada tanggal 15 Januari lalu sebagai tulisan partisipan dalam event STREET ART MELAWAN yang di kordinasikan oleh teman – teman SURABAYA pada tanggal 17 Januari lalu. Tulisan ini saya terbitkan di sini agar dapat diakses meski event nya telah usai.
——————-

“We’re not asking for space, we taking a space.”
ZEPHYR

IMG_5085-satpol-sensor-2

Beberapa hari yang lalu seseorang yang lebih suka menyebut dirinya dengan X-Go menghubungi saya lewat pesan Facebook. Pesan ini berisi permintaan untuk kesediaan saya menuliskan sesuatu tentang apa yang sekarang sedang terjadi di Surabaya. Dan tulisan ini akan menjadi materi bacaan dalam rangkaian kegiatan yang akan mereka jalankan di Surabaya.
Menurut beliau, apa yang terjadi di Surabaya saat ini adalah sebuah gejolak dan gerakan dari para pelaku street art/garaffiti di sana, sebuah gejolak yang berawal dari peristiwa penangkapan dan penahanan sepuluh pemuda oleh SATPOL PP pada tanggal 27 Desember pukul 23.30 waktu setempat, ketika sedang melakukan aksi mural di sebuah ruko.
Ke sepuluh kawan kita itu dibebaskan keesokan harinya yaitu tanggal 28 Desember pukul 15.00 dengan keadaan Continue reading

Kick him Out

Saya sama sekali tidak suka bola atau bahkan sebahagian besar cabang olah raga lainnya. Dan saya membuat karya ini bukan karena saya pecinta bola atau pecinta PSSI. Saya membuat karya ini hanya saya pikir saya suka negara ini. Dan kebetulan PSSI adalah produk negara ini dan sepakbola adalah salah satu alasan ironis yang bisa mempersatukan rakyat Indonesia dalam uforia tendang menendang bola melawan negara lain. Dan tentu saja Nurdin Halid membuat semua orang jengkel termasuk saya yang bukan pecinta bola ini. Muak saja Continue reading

BERBEDA DAN MERDEKA

Mereka, bermain Tuhan.
Merasa benar, menjajah nalar.
Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya.
~Mengadili Persepesi – SERINGAI
Ini adalah karya yang saya kontribusikan untuk gerakan  SUNDAY 13th STREET ART MOVEMENT – BERBEDA DAN MERDEKA 100%. Aksi ini ditujukan bagi siapapun yang peduli akan penghargaan segala bentuk perbedaan dan kemerdekaan dalam diri setiap individu di negara ini. Tentu ini Continue reading