JOGJA BIENNALE

12191363_729920347138050_1722670210588352746_oANTI-TANK akan turut berpartisipasi di BIENNALE JOGJA XIII. Karya yang ditampilkan adalah karya kolaborasi dengan warga kampung terdampak pembangunan hotel dan apartemen di Yogyakarta.
Pembukaan 1 November 2015, Jogja National Museum.
Dan seperti biasa, akan disediakan poster gratis. Mari mampir.
Info www.biennalejogja.org/

Continue reading

ARTIVISME

POSTER-FINALE-ARTIVISME-smallSaya dan JRX akan duduk bersama, berbagi cerita tentang aksi dan kegiatan-kegiatan yang selama ini kita jalankan. Jika ada waktu dan ada selembar 5.000 Rupiah berlebih silahkan mampir.
Akan ada live sablon juga, dengan desain dari ANTI-TANK dan BAYU WIDODO dari SURVIVE! garage. Silahkan bawa kaos terang.
Acara ini digelar pada 25 Oktober pukul 14.00 WIB, Auditorium Driyarkara Kampus II Universitas Sanata Dharma Mrican. Donasi minimal Continue reading

Tanah Untuk Investor

Tanah Untuk InvestorKekayaan alam sebagaimana yang telah tercantum dan diatur undang-undang, digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan bagi kemakmuran rakyat negara ini. Bahwa sumber daya alam harus dikelola sebaik mungkin dan tidak merugikan warga negaranya dan bahkan alam itu sendiri.
Kenyataannya kekayaan sumber daya alam telah menjadi masalah serius bagi pengelola negara, banyak kasus perebutan atau penyerobotan atau perampasan tanah, hutan dan sumber alam lainnya yang mengorbankan pihak sipil.
Salim Kancil bukan orang pertama yang menjadi korban dari rakusnya industri eksploitasi alam di Indonesia. Korban sipil terus berjatuhan di banyak wilayah di Indonesia. Kematian, penyiksaan dan intimidasi kerap terjadi. Korban tidak hanya terjadi di pihak manusia itu sendiri, tapi juga pada alam yang diperkosa habis-habisan.
Laju industri tambang belakangan ini paling banyak memproduksi permasalahan, karena kerap kali dalam proses pembangunannya menggunakan cara-cara kekerasan dan pemaksaan. Perusahaan yang disponsori penuh oleh negara dan dibekingi aparat dengan buas merebut lahan-lahan produktif masyarakat, dan kemudian secara sekejab menggantikan lahan persawahan dengan area industri tambang, atau industri bisnis seperti Continue reading

TENANG! PEMBUNUH MUNIR MASIH BERKELIARAN-11 Tahun Kasus Pembunuhan Munir

TENANG PEMBUNUH MUNIR MASIH BERKELIARANTahun ini, September, kita kembali dipaksa mengakui bahwa kita gagal. Seperti di tahun-tahun sebelumnya kita tak benar-benar bernyali membongkar tabir kegelapan pembunuhan terorganisir, pada salah satu kasus kejahatan terencana terburuk sepanjang sejarah bangsa ini.
Munir kembali menjadi hutang kita semua, atas semua kemudahan hak yang kita terima hari ini. Tangan-tangan kita turut merah berdarah, darah pengorbanan yang dibayar kelewat mahal oleh Munir. Tapi penyakit kita kembali cepat kambuh, menyamankan diri, menyerahkan diri, memasrahkan diri pada sekumpulan pembunuhnya yang berkeliaran sambil menenteng Continue reading

Mural TUNTASKAN KASUS UDIN

8bPada 16 Agustus lalu, kita kembali membuat mural di Jembatan kewek, Yogyakarta. Mural dukungan untuk upaya penuntasan kasus pembunuhan wartawan Fuad Syafruddin atau Udin yang dianiyaya hingga tewas tahun 1996. Mural ini juga sebagai salah satu dukungan bagi teman-teman di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang selama ini sangat fokus dalam upaya-upaya penuntasan kasus Udin.
Selain saya sendiri mural ini dikerjakan oleh banyak teman, Bayu Widodo, Fitri Dk, Patub Porx, Praditya Wibby, HereHere, Kill Jim, Yunanto, Deri Andriana, Ali Vespa dan juga dibantu oleh banyak teman dan teman-teman jurnalis lainnya. Dalam mural ini, putri almarhum Udin, Zulaikha, juga turut berkontribusi dengan menitipkan potongan puisi yang kemudian ditulis menjadi bagian dalam muralnya.
Mural ini dibagi menjadi dua bagian, timur dan barat. Saya dan Kill Jim menggarap bagian barat, menampilkan visual halaman depan surat kabar, yang kita beri nama SULUH UDIN, dan memuat dua potongan artikel berita yang pernah ditulis oleh Udin. Dan di sisi timur jembatan, mural digarap oleh selebihnya teman, keroyokan dan memuat pesan tegas “TUNTASKAN KASUS UDIN”.
Mural ini mencoba mengambil peran dalam Continue reading

MERTHI KAMPUNG (BAUSASRAN)

Sebuah dokumentasi video dari IVAA tentang kegiatan Merthi Kampung yang pada bulan Juli lalu kita laksanakan di kampung Bausasran, Yogyakarta.
Kegiatan ini mencoba mengajak partisipasi warga dalam membenahi, merawat dan menjaga kampungnya, tidak harus dengan kegiatan mural, bisa dengan banyak cara. Membuat mural hanya salah satu metode kita agar mampu masuk dan berkomunikasi secara dekat dengan warga.
Kegiatan ini harapannya bisa terus berlangsung dan dapat dilanjutkan di kampung-kampung lainnya serta semakin melibatkan banyak pihak lintas disiplin dan latar belakang.