Jogja Istimewa PENGGUSURANYA

JOGJA ISTIMEWA PENGGUSURANNYA.Poster yang tak baru-baru amat, meski baru-baru ini saja keadaan makin memburuk di Temon, Kulon Progo yang diratakan oleh mega proyek NYIA yang melibatkan investor luar negeri.
Ini adalah versi termutakhir dari versi sebelumnya yang muncul di 2014, yang membedakannya hanya di bagian teks nya. Sebelumnya berbunyi “JOGJA ISTIMEWA HOTELNYA“, muatannya masih sama, terlebih busuknya.
Dahulu ketika poster “HOTELNYA” diciptakan, istilah “penggusuran” dirasa belum begitu elok ditampilkan, karena memang membawa istilah itu ke ruang publik kota ini bisa jadi akan dianggap melebih-lebihkan. Istilah Penggusuran masih asing di percakapan-percakapan harian, terlebih memang bedak menor keistimewaan selalu diumbar dalam ritme yang memuakkan. Keistimewaan kota ini sangat absolut dan ajaib, sehingga apapun bentuk-bentuk perampasan ruang hidup dan ekonomi dianggap tidak termasuk dalam kaidah bahasa alien “penggusuran”.
Hotel memang akhirnya menunjukkan ketamakannya, menyedot air di kampung-kampung dan membuat warga kelimpungan mendapati sumurnya kering karena selama puluhan tahun itu tidak pernah terjadi. Yang hilang bukan saja air, kampung itu sendiri pun perlahan lenyap, baik fisik maupun rohnya, yang padahal selalu diangan-angankan ke guyuban warganya.

Penggusuran akhirnya mendatangi Yogyakarta, mengancam, mengusir, memukul, menagkapi warganya sendiri. Bandara skala gila-gilaan ini bukan hanya akan membangun landasan ban pesawat dan jamban kelas dunia. Tapi puluhan hotel sudah siap dibangun di kawasan terluar NYIA. Dan hotel hanyalah sebahagian kecil pemain-pemain asing yang akan mengacak-acak Kulon Progo. Dan demi memuluskan Continue reading

Advertisements

PETANI DITEMBAK

petani-ditembakAtas nama pembangunan, hutan, gunung, sawah dan kampung harus dibakar, digusur, diratakan. Rezim sedang bekerja! Bangun, pembangunan! selayak kesurupan roh sang bapak pembangunan. Karpet merah investasi digelar selebarnya, petani diam jangan protes. Berani melawan, bedil jawabannya!

Catatan akhir tahun 2016 Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat telah terjadi 450 konflik agraria di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Melibatkan konflik antara warga dengan aparat hingga negara. Negara disandra oleh kepentingan korporasi, yang hanya punya satu perhitungan pasti, keuntungan investasi. Diluar keuntungan melipat gandakan keuntungan pemodal semacam resiko limbah, hancurnya ekologi, pemusnahan masyarakat adat, kerusakan tatanan masyarakat, negara dan korporasi tak akan ambil pusing, libas!

Ilustrasi pada karya ini dicontek dari logo ikonik PUBLIC ENEMY, grup hip hop NY tahun 1982. Sekaligus tentu sebagai penghargaan dari saya yang bukan penggemar hip hop taat, tapi sekafir-kafirnya pun, mendengar Fight the Power! nya PE adalah Continue reading

BERTANAH AIR TANPA PENGGUSURAN

Daulat-Tani-Tanpa-Penggusuran-backhol-bw-hrUntuk gerakan pembangkangan sipil, untuk kamu, untuk para petani yang kini berhadapan dengan aparat dan tentara yang patuh di bawah komando investor, di Langkat, Kulon Progo, Parangkusumo, Indramayu, Sorong, Lumajang, Majalengka, Batang, Bali dan sebaran titik api konflik agraria lainnya, doa-doa berwujud solidaritas harus kita kumandangkan, lawan dimana kakimu berdiri!

Poster ini gratis/free selama TIDAK ada kepentingan KOMERSIAL dalam penggunaan dan pengaplikasiannya. ( This free material is not to be reproduced for Sales Merchandise or For-Profit Materials. Use it only to raise awareness ) DILARANG KERAS mengubah/memodifikasi/mengedit materi visual apapun dalam desain poster ini tanpa pemberitahuan dan persetujuan sebelumnya. Poster ini dirancang dengan segala pertimbangan serius dan mendalam. Segala unsurnya telah didesain dengan memperhitungkan segala detail efektifitasnya. ANTI – TANK bertanggung jawab penuh terhadap semua materi visual yang telah diproduksi, sehingga tidak ada batas toleransi apabila hal penggunaannya dilanggar. Dan mohon segera mengirim foto atau dokumentasi hasil kerja penggunaan poster ini ke antitankproject@yahoo.co.id, karena Continue reading

Bertanah Air Tanpa Penggusuran

bertanah-air-tanpa-penggusuran

Jika memang kesadaran kebangsaan kita itu ada, maka nalar yang semestinya kita pakai sebagai masyarakat kolektif yang menyadari peran warga dalam menciptakan lingkungan beradab adalah nalar keberdayaan.

Masyarakat yang berdaya dan terhormat akan menempuh cara-cara beradab, emansipatif dan demokratis dalam menjawab setiap tantangan kehidupan kebangsaan.

Di hari-hari ini, aksi penggusuran semakin sporadis. Melibatkan Negara dalam segala bentuk kaki dan tangannya, melibas kaum yang dicap sebagai “benalu”.

“Benalu” ini bukannya diberdayakan sebagai manusia setara dengan manusia “benalu di tingkatan tertentu lainnya”, tapi justru dimusuhi. Dan berikutnya atraksi kebuasan eksekusi backhoe dan baton aparat yang kita saksikan bersama, sebagai tontonan di Continue reading

12 Tahun Munir

14242219_877512875712129_3405218452692145017_oMunir berarti Cahaya.
Cahaya yang pernah hadir di banyak peristiwa sejarah kelam bangsa ini.
Cahaya itu hadir di tahun 1993 ditengah para petani Nipah, Madura yang dibunuh oleh tentara, 1994 dalam kasus pembunuhan Marsinah, penasihat korban pembantaian Tanjung Priok 1984-1998, mendampingi keluarga korban penghilangan paksa 1997, mendampingi korban penembakan Semanggi I&II 1998-1999, mengadvokasi warga Aceh dan Papua dalam kasus pelanggaran HAM berat dan berbagai rentetan peristiwa ketidak-adilan yang menjadi perhatiannya.

Munir mati dan 12 tahun pembunuhnya masih berkeliaran. Ini berarti antrian nama calon korban pembunuhan berikutnya masih akan diperpanjang. Pembunuhnya masih berkeliaran dan dengan alasan apapun, siapapun bisa dilenyapkan.
Continue reading

WHITEBOARD JOURNAL: Seni dan Kritik Sosial Bersama Anti-Tank

post3Wawancara terbaru Whiteboard Journal ini tidak hanya membicarakan ANTI-TANK, kritik dan street art, tapi juga terkait beberapa isu terkini, Papua, rasisme, Artjog dan singgungan lainnya. Silahkan disimak wawancara dengan Soni Triantoro.
http://www.whiteboardjournal.com/interview/29635/seni-dan-kritik-sosial-bersama-anti-tank/

NKRI

NKRIPenggusuran, penyerobotan lahan adalah tren pembangunan masa kini. Konflik agraria tersebar dari kepulauan paling timur hingga barat, meminta warga negaranya sendiri sebagai tumbal dari konsekuensi usaha mempertahankan tanahnya dari serbuan mega proyek pemerintah bersponsor investor global.
Ambisi pembangunan yang mengusir dan mengancam banyak warga di medan konflik agraria dapat kita lihat pada proyek pemerintah sebelumnya berwujud MP3EI atau kini RPJMN. Proyek-proyek pembangunan mimpi buruk, yang masih memiliki watak yang sama, yaitu penggusuran.
Mega proyek yang disusun dengan cara mempertegas pola pembangunan ekonomi dan industri dengan penghambaan pada korporasi dan pasar bebas. Negara secara aktif menjadikan dirinya sebagai perusahaan, perusahaan yang siap mengakomodasi dan menjual apapun yang dimiliki bangsa Indonesia dengan pemberian konsesi tanah skala luas untuk komoditas bisnis global, umumnya untuk sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan. Mengakomodasi investor dengan memberikan peta rute untuk penanaman modal di Continue reading