ARTIVISME

POSTER-FINALE-ARTIVISME-smallSaya dan JRX akan duduk bersama, berbagi cerita tentang aksi dan kegiatan-kegiatan yang selama ini kita jalankan. Jika ada waktu dan ada selembar 5.000 Rupiah berlebih silahkan mampir.
Akan ada live sablon juga, dengan desain dari ANTI-TANK dan BAYU WIDODO dari SURVIVE! garage. Silahkan bawa kaos terang.
Acara ini digelar pada 25 Oktober pukul 14.00 WIB, Auditorium Driyarkara Kampus II Universitas Sanata Dharma Mrican. Donasi minimal Continue reading

Mural TUNTASKAN KASUS UDIN

8bPada 16 Agustus lalu, kita kembali membuat mural di Jembatan kewek, Yogyakarta. Mural dukungan untuk upaya penuntasan kasus pembunuhan wartawan Fuad Syafruddin atau Udin yang dianiyaya hingga tewas tahun 1996. Mural ini juga sebagai salah satu dukungan bagi teman-teman di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang selama ini sangat fokus dalam upaya-upaya penuntasan kasus Udin.
Selain saya sendiri mural ini dikerjakan oleh banyak teman, Bayu Widodo, Fitri Dk, Patub Porx, Praditya Wibby, HereHere, Kill Jim, Yunanto, Deri Andriana, Ali Vespa dan juga dibantu oleh banyak teman dan teman-teman jurnalis lainnya. Dalam mural ini, putri almarhum Udin, Zulaikha, juga turut berkontribusi dengan menitipkan potongan puisi yang kemudian ditulis menjadi bagian dalam muralnya.
Mural ini dibagi menjadi dua bagian, timur dan barat. Saya dan Kill Jim menggarap bagian barat, menampilkan visual halaman depan surat kabar, yang kita beri nama SULUH UDIN, dan memuat dua potongan artikel berita yang pernah ditulis oleh Udin. Dan di sisi timur jembatan, mural digarap oleh selebihnya teman, keroyokan dan memuat pesan tegas “TUNTASKAN KASUS UDIN”.
Mural ini mencoba mengambil peran dalam Continue reading

MERTHI KAMPUNG (BAUSASRAN)

Sebuah dokumentasi video dari IVAA tentang kegiatan Merthi Kampung yang pada bulan Juli lalu kita laksanakan di kampung Bausasran, Yogyakarta.
Kegiatan ini mencoba mengajak partisipasi warga dalam membenahi, merawat dan menjaga kampungnya, tidak harus dengan kegiatan mural, bisa dengan banyak cara. Membuat mural hanya salah satu metode kita agar mampu masuk dan berkomunikasi secara dekat dengan warga.
Kegiatan ini harapannya bisa terus berlangsung dan dapat dilanjutkan di kampung-kampung lainnya serta semakin melibatkan banyak pihak lintas disiplin dan latar belakang.

Diskusik: Panjang Umur (Seni) Pembangkangan

10997489_10204736277661142_1612926857843718087_oPerdebatan mengenai art for art sake dan art for common sense sudah terjadi sejak lama. Ada yang menganggap seni adalah mengenai estetika, sesuatu yang mengawang-awang dan di luar kepala, tentang keindahan. Namun ada pula yang menolak konsep itu dan menganggap seharusnya seni ada untuk melayani masyarakat, seni harus membela kepentingan orang banyak, seni harus membicarakan common sense.

Diskusik Roemansa Gilda kali ini akan membicarakan perdebatan tersebut. Diskusi ini tidak muluk-muluk berusaha mencari jawaban akhir perdebatan “mana yang lebih baik? Art for art sake, atau art for common sense. ” Karena kedua cara pandang seni tersebut tentu punya gagasan masing-masing yang apabila diperdebatkan akan sangat panjang dan tidak berkesudahan. Paling tidak di diskusik ini kita akan berusaha mencari tahu kenapa Continue reading