Bertanah Air Tanpa Penggusuran

bertanah-air-tanpa-penggusuran

Jika memang kesadaran kebangsaan kita itu ada, maka nalar yang semestinya kita pakai sebagai masyarakat kolektif yang menyadari peran warga dalam menciptakan lingkungan beradab adalah nalar keberdayaan.

Masyarakat yang berdaya dan terhormat akan menempuh cara-cara beradab, emansipatif dan demokratis dalam menjawab setiap tantangan kehidupan kebangsaan.

Di hari-hari ini, aksi penggusuran semakin sporadis. Melibatkan Negara dalam segala bentuk kaki dan tangannya, melibas kaum yang dicap sebagai “benalu”.

“Benalu” ini bukannya diberdayakan sebagai manusia setara dengan manusia “benalu di tingkatan tertentu lainnya”, tapi justru dimusuhi. Dan berikutnya atraksi kebuasan eksekusi backhoe dan baton aparat yang kita saksikan bersama, sebagai tontonan di jeda advertorial proyek pembangunan gedung mewah bertingkat.

Siapapun manusia di muka bumi ini tentu tak sudi bermukim di tempat kumuh, jika ada pilihan dan kesempatan, tak butuh saran bijak bagi para “benalu” ini untuk segera minggat ke tempat yang kemudian kita cap sebagai tempat yang layak, yang jika mau adil dan jujur, kita bisa bertanya: layak bagi siapa? Apakah layak bagi hamparan sawah yang kita bikin kering kerontang demi membangun kotak-kotak perumahan? Apakah tempat kita sekarang tidak menciptakan masalah baru? Limbah, kemacetan, kriminalitas, individualistis, polusi dan beragam kekacauan lingkungan sebagai dampak pembangunan pemukiman “layak huni”?

Kita yang kebetulan KINI tidak bermukim di tempat yang layak gusur, sewajibnya tidak ikut-ikutan memusuhi para korban pembangunan ini. Siapa yang bisa memastikan di masa depan, bangunan yang kini kau anggap sebagai milikmu akan tetap menjadi milikmu 20 tahun kedepan, ketika mega proyek investor berkedok pembangunan perlahan menginjakkan kuku baja nya di atas atap rumahmu? Seperti apa yang kini dialami warga Temon, Kulonprogo di tengah ancaman pembangunan bandara internasional yang bermasalah itu.

Tidak ada! Tak ada jaminan negara selamanya akan bemuka manis kepada kita. Hutan-hutan pedalaman yang bahkan hidup berdamai ratusan tahun dengan masyarakat adat pun seperti di Merauke, Papua sana kini harus berhadapan dengan proyek ambisius MIFEE yang melibatkan barisan korporasi yang bereputasi buruk dalam memperlakukan alam.

Mereka juga korban pembangunan. Penggusuran dengan wajah yang berikutnya menggunakan rasionalitas ketahanan pangan. Penggusuran akan menggunakan alasan apapun untuk membuatnya terdengar rasional. Rasio yang digunakan tentu hitung-hitungan keuntungan.

Maka tak ada kepastian. Hari ini mereka, bisa jadi besok kita. Oleh karenanya, sebagai sesama warga, masyarakat yang selalu dikalahkan dan dipreteli hak dasar nya dalam mengakses keadilan, kita harus membendung nalar penggusuran. Penggusuran adalah tindakan instan, yang sebetulnya sengaja ditempuh untuk melemahkan kemampuan warga untuk berimajinasi dan aktif dalam membangun kehidupan sosialnya. Karena bila negara benar-benar peduli pada semua warga negaranya, maka sudah seharusnya warga yang tinggal di wilayah bermasalah diberdayakan, diedukasi dan diajak duduk bersama dengan tingkat yang setara. Sehingga solusi pemecahan masalah bukan lagi penggusuran yang bengis itu.

Penggusuran menghina kemampuan dan intelektual warga nya. Merasa warga tidak mampu berpikir kedepan, atau mengurus dirinya sendiri sehingga harus direspon dengan mengirim eksekutor lapangan yang tuli nurani.

Kita bukan bagian dari mereka yang tuli nurani, kita masyarakat yang percaya bahwa bersama kita bisa memecahkan masalah sosial dengan cara kemanusiaan.

bertanah-air-tanpa-penggusuran-bwbertanah-air-tanpa-penggusuran

Poster ini gratis/free selama TIDAK ada kepentingan KOMERSIAL dalam penggunaan dan pengaplikasiannya. ( This free material is not to be reproduced for Sales Merchandise or For-Profit Materials. Use it only to raise awareness ) DILARANG KERAS mengubah/memodifikasi/mengedit materi visual apapun dalam desain poster ini tanpa pemberitahuan dan persetujuan sebelumnya. Poster ini dirancang dengan segala pertimbangan serius dan mendalam. Segala unsurnya telah didesain dengan memperhitungkan segala detail efektifitasnya. ANTI – TANK bertanggung jawab penuh terhadap semua materi visual yang telah diproduksi, sehingga tidak ada batas toleransi apabila hal penggunaannya dilanggar. Dan mohon segera mengirim foto atau dokumentasi hasil kerja penggunaan poster ini ke antitankproject@yahoo.co.id, karena dokumentasi tersebut akan diarsipkan baik secara pribadi maupun diarsipkan dalam antitankproject.wordpress.com. Juga dalam hal eksekusi penempelan poster di ruang publik harap mempertimbangkan sensitivitas tempat/spot. Karena ini demi kebaikan bersama. Dilarang menimpa mural atau gambar atau karya orang lain. Bagi saya karya orang lain apapun itu, sama PENTING nya. Dan sebisa mungkin untuk tidak menggangu karya siapapun di jalanan, coba manfaatkan sudut yang sekiranya tidak menggangu karya orang lain. Dilarang menempelkannya di rambu lalu lintas apapun. Dan dilarang menempelkannya ini di fasilitas rumah ibadah dan sekolah. Mari bergerak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s