NKRI

NKRIPenggusuran, penyerobotan lahan adalah tren pembangunan masa kini. Konflik agraria tersebar dari kepulauan paling timur hingga barat, meminta warga negaranya sendiri sebagai tumbal dari konsekuensi usaha mempertahankan tanahnya dari serbuan mega proyek pemerintah bersponsor investor global.
Ambisi pembangunan yang mengusir dan mengancam banyak warga di medan konflik agraria dapat kita lihat pada proyek pemerintah sebelumnya berwujud MP3EI atau kini RPJMN. Proyek-proyek pembangunan mimpi buruk, yang masih memiliki watak yang sama, yaitu penggusuran.
Mega proyek yang disusun dengan cara mempertegas pola pembangunan ekonomi dan industri dengan penghambaan pada korporasi dan pasar bebas. Negara secara aktif menjadikan dirinya sebagai perusahaan, perusahaan yang siap mengakomodasi dan menjual apapun yang dimiliki bangsa Indonesia dengan pemberian konsesi tanah skala luas untuk komoditas bisnis global, umumnya untuk sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan. Mengakomodasi investor dengan memberikan peta rute untuk penanaman modal di sektor dan lokasi yang spesifik.
Mega proyek ini lah biang kerok perampasan tanah yang kini semakin sering terjadi di banyak daerah. Proyek pembangunan hotel, pusat perbelanjaan modern, pertambangan, bandara, sarana wisata, jalan tol, reklamasi dan proyek lainnya. Siasat perampasan tanah itu dilakukan dengan dalih “pembangunan”. Pembangunan untuk mempercepat laju ekonomi dengan meraup keuntungan dari proyek pengekspoitasian alam dan memaksa warga untuk patuh dan mengalah pada regulasi karpet merah investasi.
Pembangunan mega proyek ini telah terbukti hanya akan menguntungkan bagi perusahaan, investor, mafia tanah, bankir dan negara industri maju, sedangkan rakyat di negara ini akan dibiasakan berbaris mengantri menjadi kacung dan suruhan di tanahnya sendiri. Seperti apa yang sudah kita ketahui dari rentetan peristiwa pilu yang terjadi di Papua, Makassar, Jambi, Bali, Lumajang, Bengkulu, Lombok, Kendeng, Lampung, Yogyakarta, Kulonprogo, Parangkusumo, Gunungkidul, Mesuji dan sebaran peta konflik agraria yang belakangan ini secara terang benderang terjadi dan akan diulang, direplika serta dipelihara demi mulusnya kepentingan pasar.

NKRI

One response to “NKRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s