Awas Bahaya Laten Pengalihan Isu!

awas pengalihan isuBelakangan heboh isu ANTI KOMUNIS, mulai pusat hingga daerah. Terjadi banyak pembubaran acara oleh ormas dan aparat dengan dalih komunisme dan mengancam NKRI. Seperti kejadian yang menimpa Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta yang sedang memperingati World Press Freedom Day dengan salah satu agenda pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta. Kantor AJI didatangi ormas dan mereka berteriak memaksa acara bubar, dianggap menyebarkan komunisme. Pembubaran acara serupa juga terjadi di banyak kampus, yang sebetulnya, kampus dan forum-forum ilmiah lainnya dilindungi oleh undang-undang perihal kebebasan berdiskusi meski bertema komunisme sekalipun.
Mendadak bermunculan gambar palu-arit, operasi kaos palu-arit, hingga kejadian menyedihkan-penyitaan buku yang dicurigai berbau komunis, dan aparat melakukannya dengan melanggar hukum, karena tentara tidak berhak mencampuri urusan sipil, termasuk menyita buku.
Tapi sebetulnya secara jelas kita bisa melihat gelagat licik ini, sebagai manuver, untuk menjegal upaya negara dalam menelusuri kembali kasus 65.
Ini bisa terbaca semenjak Simposium Nasional Tragedi 65. Tensi politik Indonesia meninggi. Pada Simposium 65 terjadi pro-kontra yang jelas terlihat di antara para jenderal. Ada jenderal yang menginginkan langkah dialog untuk rekonsiliasi, namun yang kontra memaksa negara untuk menghentikan upaya penelusuran kasus 65.
Semenjak itu mulai bermunculan opini “Kebangkitan Komunis”, bermunculan spanduk “Awas Bahaya Laten Komunis”, ketakutan-ketakutan konyol disebar melalui pesan elektronik, dan ormas saling berebut panggung. Ormas yang selama ini diam dalam isu politik bertumbal rakyat, seperti kasus kejahatan perusahaan perontok hutan Kalimantan, atau aparat yang menangkapi warga penolak pabrik semen seperti di Batang, atau diam melihat elit ormas nya terkait kasus korupsi, kini tiba-tiba heboh bicara NKRI.
Isu bahaya laten komunis seolah menjadi mantra, mantra untuk mengalihkan konsentrasi publik pada isu penting semacam Panama Papers. Bocoran dokumen yang memunculkan sejumlah nama pejabat dan konglomerat Indonesia ke dalam daftar penggelapan pajak trilyunan, seperti Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Ketua BPK Harry Azhar Azis.
Nama Luhut disebut pada dokumen Panama Papers, dan semenjak itu pula Luhut tampil bersemangat dalam isu anti komunis.
Masih banyak nama orang Indonesia lain yang disebut, Riza Chalid, pengusaha terkait skandal Papa Minta Saham, dan tersangkut kasus korupsi Petral. Djoko Soegiarto Tjandra, tersangka kasus pengalihan hak tagih Bank Bali. Sandiaga Uno, pebisnis yang kini maju mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Bim salabim! kasus Panama Papers, proyek reklamasi dan upaya pengungkapan kasus 65, lenyap oleh mantra “Bahaya Laten Komunisme”.
Komunisme sudah bubar, tak laku, mati dan busuk, tapi bangkainya masih dimainkan oleh pihak yang tak ingin publik melihat masalah yang sesungguhnya, ditakut-takuti pada bahaya yang tak terbukti, dialihkan perhatiannya pada mitos kacangan dan dilecehkan kecerdasannya pada hantu kebodohan.

awas pengalihan isu
Poster ini gratis/free selama TIDAK ada kepentingan KOMERSIAL dalam penggunaan dan pengaplikasiannya.
( This free material is not to be reproduced for Sales Merchandise or For-Profit Materials. Use it only to raise awareness )
DILARANG KERAS mengubah/memodifikasi/mengedit materi visual apapun dalam desain poster ini tanpa pemberitahuan dan persetujuan sebelumnya. Poster ini dirancang dengan segala pertimbangan serius dan mendalam. Segala unsurnya telah didesain dengan memperhitungkan segala detail efektifitasnya. ANTI – TANK bertanggung jawab penuh terhadap semua materi visual yang telah diproduksi, sehingga tidak ada batas toleransi apabila hal penggunaannya dilanggar.
Dan mohon segera mengirim foto atau dokumentasi hasil kerja penggunaan poster ini ke antitankproject@yahoo.co.id, karena dokumentasi tersebut akan diarsipkan baik secara pribadi maupun diarsipkan dalam antitankproject.wordpress.com.
Juga dalam hal eksekusi penempelan poster di ruang publik harap mempertimbangkan sensitivitas tempat/spot. Karena ini demi kebaikan bersama. Dilarang menimpa mural atau gambar atau karya orang lain. Bagi saya karya orang lain apapun itu, sama PENTING nya. Dan sebisa mungkin untuk tidak menggangu karya siapapun di jalanan, coba manfaatkan sudut yang sekiranya tidak menggangu karya orang lain. Dilarang menempelkannya di rambu lalu lintas apapun. Dan dilarang menempelkannya ini di fasilitas rumah ibadah dan sekolah.
Mari bergerak!awas pengalihan isu bw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s