Tanah Untuk Investor

Tanah Untuk InvestorKekayaan alam sebagaimana yang telah tercantum dan diatur undang-undang, digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan bagi kemakmuran rakyat negara ini. Bahwa sumber daya alam harus dikelola sebaik mungkin dan tidak merugikan warga negaranya dan bahkan alam itu sendiri.
Kenyataannya kekayaan sumber daya alam telah menjadi masalah serius bagi pengelola negara, banyak kasus perebutan atau penyerobotan atau perampasan tanah, hutan dan sumber alam lainnya yang mengorbankan pihak sipil.
Salim Kancil bukan orang pertama yang menjadi korban dari rakusnya industri eksploitasi alam di Indonesia. Korban sipil terus berjatuhan di banyak wilayah di Indonesia. Kematian, penyiksaan dan intimidasi kerap terjadi. Korban tidak hanya terjadi di pihak manusia itu sendiri, tapi juga pada alam yang diperkosa habis-habisan.
Laju industri tambang belakangan ini paling banyak memproduksi permasalahan, karena kerap kali dalam proses pembangunannya menggunakan cara-cara kekerasan dan pemaksaan. Perusahaan yang disponsori penuh oleh negara dan dibekingi aparat dengan buas merebut lahan-lahan produktif masyarakat, dan kemudian secara sekejab menggantikan lahan persawahan dengan area industri tambang, atau industri bisnis seperti mall, hotel dan apartemen. Proses pembangunannya juga sering kali tidak mengantisipasi dampak lingkungan yang ditimbulkan, bahkan melanggar.
Masyarakat dipaksa harus tunduk dan mengalah dalam laju industri berdalih pembangunan dan arus modern, sementara di sisi sebaliknya angka kemiskinan masih menempatkan negara ini di level yang memalukan.
Bila dahulu Sri Sultan Hamengku Buwana IX mengumandangkan sabda keramat “TANAH UNTUK RAKYAT”, kini di Daerah istimewa Yogyakarta itu sendiri investor ramai-ramai sudah mengangkangi sabda itu, tambang pasir besi, hotel, mall dan apartemen menjadi situs raksasa baru yang terus dibangun dan bahkan menghancurkan banyak bangunan cagar/warisan budaya.
Apa yang terjadi dengan Salim Kancil dipastikan akan terus terulang, nyawa sipil akan senantiasa menjadi tumbal selama negara menempatkan keuntungan dari eksploitasi alam sebagai prioritas mengalahkan hak dasar warga negaranya sendiri yaitu kesejahteraan.

Tanah Untuk Investor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s