Diskusik: Panjang Umur (Seni) Pembangkangan

10997489_10204736277661142_1612926857843718087_oPerdebatan mengenai art for art sake dan art for common sense sudah terjadi sejak lama. Ada yang menganggap seni adalah mengenai estetika, sesuatu yang mengawang-awang dan di luar kepala, tentang keindahan. Namun ada pula yang menolak konsep itu dan menganggap seharusnya seni ada untuk melayani masyarakat, seni harus membela kepentingan orang banyak, seni harus membicarakan common sense.

Diskusik Roemansa Gilda kali ini akan membicarakan perdebatan tersebut. Diskusi ini tidak muluk-muluk berusaha mencari jawaban akhir perdebatan “mana yang lebih baik? Art for art sake, atau art for common sense. ” Karena kedua cara pandang seni tersebut tentu punya gagasan masing-masing yang apabila diperdebatkan akan sangat panjang dan tidak berkesudahan. Paling tidak di diskusik ini kita akan berusaha mencari tahu kenapa ada seni untuk melayani keindahan seni, dan kenapa ada seni untuk melayani kepentingan rakyat.

Untuk mengelaborasi kedua gagasan tersebut kita akan ngobrol dan berbagi ide dengan dua seniman yang selama ini dikenal karena pergerakannya yang condong ke paradigma seni yang kedua. Dalam karyanya mereka banyak menyampaikan semangat pembangkangan (baca: perlawanan) pada bentuk ketidakadilan apapun yang menjadikan rakyat sebagai korban.

Yang pertama ada Andrew Lumban Gaol atau yang lebih sering dikenal sebagai Anti-Tank, seorang street artist yang banyak menyuarakan protes melalui media poster dan mural di jalanan Yogyakarta. Yang kedua ada Fafa. Mbak penyanyi dan penulis lagu yang juga sering menyampaikan pesan kritis dalam musik gubahannya.

Apakah benar seni sebagai media pembangkangan (baca: perlawanan) memang hanya mentok sebagai sebentuk media reportase kondisi? Apakah seni perlawanan ini benar-benar ampuh mengubah karut marut sosial politik di kehidupan masyarakat? Mari sama-sama mencari tahu jawabannya dengan berdiskusi santai di Diskusik Roemansa Gilda.

————————————————————————-

Diskusik (Diskusi Asik)
Roemansa Gilda
Tema bulan April: Panjang Umur (Seni) Pembangkangan
Waktu: Selasa, 7 April 2015 Pukul 19:00 WIB.
Tempat: Roemansa Gilda, Jl. Bima, Dusun Pandes, Sewon, Bantul.
Roemansa Gilda. Dari ISI Yogyakarta ke utara, Indomaret Sewon di kiri jalan, setelah Indomaret Sewon ada jalan ke kiri masuk, setelah perempatan pertama belok kanan, kiri jalan ada makam, setelah makam kanan jalan itu Roemansa
Durasi: 120 menit (atau menyesuaikan situasi dan kondisi)
Panelis: Andrew ‘Anti-Tank’ Lumban Gaol (Street Artist), Fafa (Penyanyi dan Penulis Lagu)

*Judul dan tema Diskusik “Panjang Umur (Seni) Pembangkangan” diadaptasi dari karya Andrew Anti-Tank.

————————————————————————

Roemansa Gilda adalah sebuah kolektif seni yang berada di kawasan selatan Jogja. Menyediakan ruang apresiasi seni yang diharapkan bisa menjadi think tank, tempat berkumpul untuk membicarakan berbagai gagasan dalam seni. Program Roemansa Gilda di antaranya adalah diskusi, pameran seni rupa, pemutaran film, dan ngobrol ngalor ngidul lainnya.

Diskusik (Diskusi Asik) adalah program rutin bulanan Roemansa Gilda. Tema diskusi setiap bulan akan berganti-ganti sesuai isu atau gagasan yang sedang hangat diperbincangkan

10997489_10204736277661142_1612926857843718087_o

970623_10204744407824391_8057740189372956001_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s