MENOLAK LUPA! -Janji pada Munir

_MG_0424-3Beberapa kali selama bertahun-tahun belakangan, saya sering mendapatkan pertanyaan repetitif, “apa kamu gak bosan menempelkan poster Munir?”, atau “sebenarnya kenapa sih kamu nempelin Munir terus? dari dulu sampai sekarang, apa gak capek?”.

Menjawab serangkaian pertanyaan itu, membuat saya berpikir, apakah saya benar-benar sudah kehilangan rasa capek/bosan, ataukah mereka si penanya benar-benar serius menanyakan pertanyaan itu, atau apakah mereka benar-benar mengerti apa yang sebenarnya mereka tanyakan?

Saya tidak pernah betul-betul serius memikirkannya, seperti angin lalu, berlalu begitu saja. Apa yang terjadi hingga hari ini adalah saya masih mempunyai dan menyimpan banyak energi untuk terus menempelkan dan menyebarkan poster itu dalam wujud, metode ataupun dalam proyek-proyek ambisius yang mau tak mau harus rela mengantri, dikarenakan kenyataan bahwa saya tak punya uang banyak untuk merealisasikannya sekaligus di detik ini juga.

Kesabaran antrian itu memang harus selalu dipertahankan, dan syukurnya ada banyak alasan yang selalu bertubi-tubi menyergap saya di masa-masa kebingungan pada apa yang sebenarnya yang sedang saya kerjakan dan perjuangkan pada lembaran kertas poster itu.

Semenjak tahun 2008, di Yogyakarta, di masa saya hanya memiliki sebuah sepeda BMX butut, semenjak saya harus selalu kerepotan merangkai menyatukan kertas berukuran A4 sebanyak 16-32 lembar sambil  menahan kantuk ketika memasak lem buatan sendiri dengan mengunakan kompor dari bekas kaleng minuman, ketika jauh hari sebelum wajah Munir begitu familiar dan banyak beredar di kaos-kaos hitam putih, ketika jauh hari sebelum “MENOLAK LUPA” menjadi slogan nasional seperti hari ini, atau ketika jauh hari sebelum ditemukannya Hastag #MENOLAKLUPA, saya sudah menyadari bahwa apa yang sedang saya mulai di tahun itu akan memberikan sesuatu yang mungkin diluar jangkuan dan pikiran saya. Bahwa saya sedang memperjuangkan sesuatu yang mungkin akan mampu memberikan setitik kegunaan di tahun setelahnya. Saya sedang memulai sesuatu, malam itu, detik itu, di tembok itu. Sesuatu yang layak untuk diperjuangkan, diteruskan, disebarkan, dikabarkan.

Munir bagi saya adalah nama yang menggetarkan, sebuah nama untuk jiwa dan semangat yang tak pernah padam. Sebuah contoh bahwa keberanian dan kecemerlangan bisa muncul dari siapapun yang berkomitmen untuk selalu menjaga nyala nya api kebenaran yang sudah lahir dalam diri setiap manusia. Dan apa yang saya mulai di tahun 2008 dengan kampanye ambisius MENOLAK LUPA! adalah sebuah janji rahasia saya pada Munir, bahwa akan ku sebarkan wajahnya, namanya, di setiap tembok di segala penjuru mata angin, agar mereka yang terlalu lugu dan luput untuk mengenal nya, segera merapat ke dalam barisan menolak mentah-mentah dogma amnesia terhadap kejahatan kemanusian.

Kebosanan adalah kemustahilan bagi saya, bagaimana mungkin saya bisa bosan melakukannya, menempelkan poster-poster itu, ketika melihat wajahnya terpampang di tembok-tembok kota, ada sebuah perasaan bahwa sekarang saya sedang berusaha untuk memenuhi janji yang dulu pernah saya panjatkan. Bahwa masih banyak orang yang belum mengenalnya, mengetahui kisahnya, bahwa pembunuhnya masih bisa tidur nyenyak sementara ratusan juta penduduknya merasa maklum-maklum saja.

Tugas Munir dengan segala pencapaian-pencapaian cemerlangnya telah selesai di 7 Sepetember 2004, 10 tahun lalu. Tewas diracun di maskapai penerbangan negeri sendiri. Kita sudah memberangkatkannya menuju kehidupannya yang baru dengan hati dan perasaan yang bangga, bahwa kita telah memiliki pahlawan yang belum lama kita rasakan kehadirannya.

Kini adalah tugasmu, tugas saya, tugas kita semua untuk meneruskan apa yang sudah diwariskannya pada bangsa ini. Tugas saya adalah terus memelihara komitmen bahwa siapapun harus mengenal Munir, mari segera ambil tugas dan peranmu sekarang juga, apakah kamu ingin dikenal sejarah sebagai gerombolan orang dungu amnesia atau dikenang sejarah sebagai cahaya cemerlang pembawa keberanian  dan kebenaran?!.

ANTI –TANK//8/11/14 Yogyakarta

_MG_0424-3

3 responses to “MENOLAK LUPA! -Janji pada Munir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s