SMP 8 Yogyakarta Sambut SBY dengan Poster Munir

_MG_8347-2

Berita dari Tribun Jogja hari Jumat ini sangat mengagetkan, karena mengabarkan kabar yang cukup menghebohkan, yaitu teman – teman SMP 8 Yogyakarta diusir oleh TNI karena membawa poster Munir MENOLAK LUPA ketika menyambut kedatangan presiden SBY di Yogyakarta pada Kamis lalu. Insiden ini berlanjut dengan razia dadakan yang dilakukan oleh TNI dan para guru sekolahnya. Saya berharap tidak ada perlakuan kasar dan introgasi berlebihan dari otoritas terhadap aksi dukungan mereka untuk mengingatkan presiden SBY terhadap janjinya untuk menuntaskan kasus Munir.
Hal lain yang mengagetkan saya adalah bagaimana mungkin para siswa SMP bisa berpikir melakukan hal seperti itu, seperti belakangan beberapa komentar asal – asalan yang mengatakan “ah pasti para siswa itu di suruh oleh oknum tertentu, mereka kan masih kecil tau apa soal Munir?”.
Komentar seperti ini juga pernah muncul di kepala saya ketika saya hendak memberikan stiker kepada anak teman saya atau ketika seorang teman menyablonkan kaos Munir untuk anak nya yang masih berusia sekitar 6 tahunan. Pikiran bahwa anak kecil harusnya tak perlu disuguhi dengan permasalahan politik kadang muncul dan jeleknya bisa mengakibatkan penyepelean saya terhadap orang lain yang kebetulan berbeda umur dibawah saya.
Dan ini terbukti, bahwa saya salah total!
Tepat semalam, Kamis malam lalu, ketika saya hendak pulang dari tempat fotokopi untuk mencetak poster ANTI – TANK, saya sadar sudah diamati oleh seorang anak beberapa meter di samping saya, dan ketika saya bersiap – siap pulang saya ditegurnya dari belakang, dia menanyakan nama saya dan mengatakan bahwa dia pernah menonton saya ketika muncul di Kick Andy beberapa saat lalu, dan dia bilang bahwa dia sangat menyukai beberapa karya saya (karena saya menanyakan karya yang mana saja yang dimaksudkannya). Dia masih SMP, dan dengan wajah yang sedikit berkeringat dia meminta saya untuk membubuhkan tanda tangan saya di kertas HVS A4 sisa print “SOAL TUGAS AGAMA” nya.
Sepanjang jalan pulang saya terus memikirkannya, saya salah! saya salah total! saya merasa bersalah karena menyimpan pemikiran buruk seperti itu. Pemikiran buruk yang sangat keterlaluan dan tak perlu dipelihara.
Hal serupa juga pernah terjadi beberapa hari yang lalu, ketika saya menemani teman saya Isrol Media legal ketika membuat mural di daerah Tirtodipuran, Isrol iseng menanyakan apakah mereka kenal ANTI- TANK kepada gerombolan anak – anak yang kebetulan bersepeda melintas dan akhirnya menonton mereka, dan ketika ditanya salah satu dari mereka langsung menjawab “iya!” dia bahkan hafal beberapa spot yang saya gunakan untuk poster, walau dia bilang dia tidak terlalu suka dengan karya saya. Entah apa alasannya saya lupa.
Jadi meskipun ketika tahun 2008 ketika saya pertama kali mendesain poster Munir MENOLAK LUPA saya sudah paham betul kenapa dan untuk siapa poster ini dibuat, saya masih tidak menyangka bahwa poster ini juga begitu mudah untuk dikonsumsi oleh teman – teman kita yang masih sangat belia. Insiden ini semakin menegaskan bahwa setiap orang dengan mengesampingkan faktor usia berapapun, juga mampu melakukan tindakan yang menjunjung tinggi kebebasan individu untuk bersuara. Cukup mencengangkan bahwa berita ini berasal dari siswa SMP.
Salut saya untuk siswa SMP 8, mari memperlebar solidaritas. Salam.
!Andrew!

_MG_8347-2

2 responses to “SMP 8 Yogyakarta Sambut SBY dengan Poster Munir

  1. Wah, kak Andre. salam kenal. Maaf saya tidak pakai nama asli saya. saya anak SMP 8. baru baca post Kak Andre tahun ini, dan telat sekali >.<

    Sebenarnya, teman2 yang membawa poster itu, tidak disuruh oleh oknum manapun. mereka hanya iseng saja. Karena mereka memang solidaritasnya sangat tinggi, jadi mungkin mereka berinisiatif untuk membawa poster itu. walaupun yang membawa hanya beberapa orang, namun beritanya sungguh berlebihan(menurut saya)
    Soal dari mana bisa mendapat poster tersebut, mereka hanya mengambil dari internet lalu mereka print sendiri. Namun, sempet denger2 kabar kalau ada polisi yang datang ke sekolah untuk menginterogasi anak2 itu. ada juga kabar kalau sampai2 polres sleman juga ikut geger. saya tidak tahu kenapa ._.

    Namun beberapa hari kemudian suasana sudah kembali normal

    mungkin Kak Andre sudah tahu tentang apa yang saya tulis. Atau bahkan sudah sedikit lupa tentang berita ini.
    Saya cuman tidak tahan untuk tidak berkomentar. Hehehe.. ^^"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s