Awas Preman Teriak Preman

premanTentu saja ini adalah tentang berita menghebohkan dari sudut pinggir kota Yogyakarta, tepatnya dari Lapas Cebongan. Tentang aksi penyerbuan dan pembunuhan terhadap 4 orang tahanan yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata serbu.
Berita heboh ini tentu segera tersebar di kota Yogyakarta, dan ya! mudah ditebak, opini – opini absurb pun mulai bertebaran, mulai dari isu anti premanisme, isu anti HAM, isu warga pendatang, yang mana tiba – tiba saja warga pendatang terkesan disalahkan atas kriminalitas yang terjadi di Yogya atau isu Pilpres yang dimanfaatkan oleh calon presiden dari kalangan militer untuk kembali menaikkan pamor militernya yang terjungkil balikkan oleh kekerasan demi kekerasan terhadap sipil di berbagai daerah. Sehingga mereka memanfaatkan kehebohan masyarakat yang tiba – tiba ber”i love you TNI” seperti jablay di kamar – kamar prostitusi, bahkan hingga ke jalanan Yogyakarta, banyak bertebaran spanduk – spanduk ganjil yang semua bernada sama, dengan mengatasnamakan “warga Yogyakarta” spanduk itu menyatakan bahwa preman harus MATI! TNI harus MEMBUNUH!
Dan tiba – tiba bergulir fenomena swiping preman di wilayah lain di indonesia, yang ini tentu tidak kalah absurbnya, mengingat bagaimana konyolnya penangkapan “Pukers” di Aceh beberapa waktu lalu, yang hanya karena prasangka abal – abal bahwa Punk dianggap kriminal.
Lalu apa yang akan terjadi nanti di yogyakarta? apakah akan ada fenomena serupa? mereka – mereka yang dianggap preman hanya karena tatto, rambut, piercing, kaos, celana, kalung, gitar, sempak, bulu ketek atau wajah dianggap bukan standar manusia normal akan kemudian dihakimi secara konyol? iya kalaau cuma ditangkap, lha kalo tiba – tiba diserbu dan ditembak mati di penjara??
Tentu, yang menjadi korban dari semua kehebohan ini adalah warga itu sendiri, baik warga Yogya maupun masyarakat luas Indonesia. Bagaimana masyarakat dipaksa menonton adegan pembunuhan yang dibalas dengan pembunuhan dan itu dianggap sah hanya karena embel – embel jiwa kesatuan anu inu onooo.
Lalu yang mana nih yang preman?
Yang tatoan?
atau yang menenteng senjata tapi menembaki petani?
atau yang berpeluit tapi mencopet pengguna jalan raya?
atau yang berdandan rapi tapi menghisap darah rakyat di setiap kunjungan kerja atau ketika kenaikan BBM dan Sembako??
Peace !Andrew!

preman

8 responses to “Awas Preman Teriak Preman

  1. Pingback: Awas Preman Teriak Preman Poster | ANTI-TANK

  2. Pingback: Tribun Jogja & Harian Jogja: Poster Awas Preman Teriak Preman | ANTI-TANK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s