Mesin Pembunuh Asap

Becak selalu bermakna sentimentil bagi saya, entah mengapa becak dari dulu selalu menarik perhatian saya, mungkin itu karena ditempat asal saya Pematangsiantar, becak yang ada hanyalah becak mesin, atau sering disebut becak BSA. Becak BSA tersebut sebenarnya unik karena ditarik motor besar tua bermesin 350 CC sampai dengan 500 CC, motor yang paling banyak digunakan adalah jenis Birmingham Small Arm (BSA) yaitu jenis sepeda motor buatan Inggris yang awalnya diciptakan untuk kendaraan perang, atau merek motor lainnya seperti Norton, Triumph, BMW, hingga Harley Davidson. Rata-rata usia motor sudah mencapai 60 tahunan dan hanya Pematangsiantar saja yang mempunyai becak seperti itu. Tapi sebenarnya dulu sewaktu kecil saya lebih tertarik untuk melihat becak kayuh. Besar keinginan saya untuk melihat becak kayuh tersebut. Becak kayuh itu sepertinya lebih seru dan menyenangkan. Dan yang hebatnya becak kayuh dapat kita temui hampir disemua daerah di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke…meski bentuk dan wujudnya bisa berbeda antara satu sama lainnya.
Mungkin hal lain yang membuat saya menyukai becak kayuh adalah karena saya adalah penyuka sepeda, dan jelas sekali kalau adanya kedekatan sifat antara sepeda dan becak kayuh. Sama – sama tidak bermotor.
Walaupun saya terbilang jarang menggunakan becak dalam aktifitas sehari – hari (karena mau kemana juga harus pake becak, toh sepeda saya ready to go!) tapi kadang saya menyempatkan menggunakannya. Saat yang paling sempurna adalah ketika saya baru pulang dari luar kota, contohnya Jakarta, turun di stasiun Tugu atau terminal Giwangan di pagi hari. Disaat itulah becak menjadi pilihan idaman meskipun mas – mas ojeg juga berusaha mati – matian merayu saya, tapi keyakinan saya tidak bisa ditawar lagi hehe…
Sensasi yang berbeda saat berada di dalam becak, angin pelan menerpa wajah dan rambut, dan jalanan aspal bisa terlihat berbedan karena seperti berpola unik saat becak melaju pelan. Benar – benar sensasi unik dibanding menggunakan ojeg yang ber-helm agak bau tadi.
Disamping sentimentalisme itu becak tentu mempunyai keuntungan lainnya, yaitu bisa dimanfaatkan sebagai alternatif kendaraan umum, terlebih untuk daerah seperti Jogja ini, dimana Pemda juga sepertinya sedang giat- giatnya mempromosikan keberadaan becak sebagai kendaraan wisata. Kita tentu bisa memanfaatkannya juga bukan. Mengurangi tingkat polusi yang kita bersama – sama membencinya, membantu becak – becak itu terus lestari sedikit banyak kita juga telah membantu melestarikan jalanan tanpa polusi, agak miris juga melihat becak – becak itu harus rela berhadapan dijalan dengan mesin – mesin motor produsen asap hitam.
Semoga saja becak akan terus bertahan dan lestari meski berada ditengah kepungan berlipat – lipat asap hitam jahat. Semoga saja. Terimakasih.
!Andrew!

more work

2 responses to “Mesin Pembunuh Asap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s