Besok kami atau kau

Bagi saya, apa yang terjadi dengan Sondang Hutagalung dan aksi bakar diri nya adalah sesuatu yang sangat diluar kapasitas saya, baik dari pemikiran hingga tindakan. Bahkan mungkin diluar kemampuan dan kesadaran banyak orang juga.
Sondang mungkin bisa benar atau salah dalam tindakan nekatnya di mata banyak orang, tapi itu tidak lantas membuat kita seenaknya menghakiminya dengan sederet kata bodoh, tolol, gila, tak berguna dan semacamnya, terlebih untuk mereka yang menghabiskan banyak waktunya hanya untuk berkoar – koar atau membuat lelucon skeptikal murahan di internet. Seperti apa yang sudah terjadi belakangan ini. Internet memang memperbolehkan kita melakukan segala hal, termasuk berkomentar tapi itu tidak menjadi alasan sedemikian cepatnya kita menghakiminya ketika kita tidak mengerti sedikitpun tentang siapa dan apa yang sudah dialami Sondang. Sondang melebihi semua status – status tak penting di Facebook/Twitter.
Bukannya saya mendukung tindakan Sondang, tapi untuk bisa melihat Sondang bukankah kita harus rela mengumpulkan semua pecahan dari kenyataan yang mungkin tidak akan gampang untuk disusun menjadi utuh. Dan itu akan memakan waktu yang lama, untuk bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi. Setuju atau tidak Sondang telah sedemikian dramatisnya mencoba membawa kita kepada kesadaran penting bahwa kita tak mungkin bertinggal diam dan membiarkan sekelompok kecil orang brengsek menguasai segala hal di negara ini, dan dengan begitu entengnya mereka bisa menjungkir balikkan keadaan. Keadanmu dan keadaan banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada negara ini.
Dan untuk sekarang ini kita harus menyadari betul bahwa kita harus tetap menyampaikan tuntutan dan tuntutan, meski itu terdengar tak berguna, tapi itulah yang paling masuk akal untuk dilakukan ditahap awal. Tahap dimana si brengsek – brengsek itu harus benar – benar mendengar dan mengerti dengan jelas apa kemauan kita. Tahap dimana mereka harus melihat betul akan gawatnya keadaan sebenarnya. Tapi untuk tahap selanjutnya, biarkanlah kesadaran dan kewarasan yang menjawabnya, apakah harus ada lagi sondang lain yang terbakar atau api yang terbakar itu harus menjilat sampai ke pusat – pusat pengontrol pemerintahan di negara ini. Besok atau bahkan hari ini.
!Andrew!

4 responses to “Besok kami atau kau

  1. Nyali Api, Nyala!!

    : Sondang Hutagalung

    Dilarikan dari kerumunan,
    tubuh berpindah pindah
    tergesa
    masuk mobil
    keluar
    lorong rumah sakit
    menuju hiruk pikuk
    dan sibuk
    dalam unit gawat darurat.

    Cairan entah
    siram sirami
    luka bakar
    di wajahtubuh.
    Ujung pinset
    mengelupaskan
    lepuh dari kulit
    perlahan
    sesayat demi sesayat
    giris perih
    mendekap mata.

    Ah, hanya luka bakar ringan,
    dari sebuah kecelakaan,
    di masa lewat.
    Jauh,
    tingkat luka
    jauh dari sembilan puluh delapan persen,
    dan nyali ini begitu ciut,
    sekuatnya ingin kulupa.

    Namun ingatan selalu kembali,
    pada lukabakar lukabakar massal
    lewat tragedi Bom Bali.
    Lewat musim ledakan tabung gas
    membakar tubuh keluarga kelas bawah.

    Tiba-tiba, berdiri di atas negeri
    seorang anaknya membakar diri
    detik detik api panaskan tubuh
    sakit itu perlahan datangnya,
    dan aku tak diijinkan lupa!

    Kisah perjuangan yang timpang
    mestinya sanggup membawa jiwa jiwa
    ikut membara
    merebut ruang
    bagi keadilan.
    Meski hanya kita lemparkan
    beberapa ikat rambutan
    tanpa lewat diskusi diskusi panjang,
    ke tubuh perjuangan,
    atau membuat sekedar sajak
    meski tak sebaik karya Taufiq Ismail,
    setidaknya kita berani peduli
    kemana mesti berpihak.

    Nyali api, nyala!
    Nyali api, nyala!!
    Mungkin belum untuk revolusi
    atau ciptakan gelombang besar
    paling tidak
    semua orang sontak keluar
    dari ruang-ruang nyaman
    dari ruang-ruang aman
    dan kita rebut sedikit ruang
    untuk melawan lupa!

    Semarang, 15Des11

    • Semoga api panas itu tetap membara
      di jiwa mereka yang terlalu dungu untuk terus menghamba
      memecah beku dan kakunya bangsa
      salam mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s