STOP CREATE BONSAI

 

~STOP CREATE BONSAI~

 

In an underdeveloped country, don’t drink the water; in a developed country, don’t breathe the air”  ~Changing Times magazine

 

Saya tahu! Banyak yang mengganggap ini terlalu berlebihan, terlalu khayal, terlalu naif dan terlalu klise seperti slogan pemerintah “say no to drugs”. Saya juga tahu, bahwa banyak yang mengganggap ini cuma masalah kecil, sekecil masalah banjir yang tak pernah ditangani serius padahal sudah membunuh banyak orang, saya juga tahu, banyak yang berpikir ini hanya kampanye panas – panasan seperti kampanye partai yang selalu menawarkan kemakmuran tapi ketika rakyat menagihnya barisan polisi akan tampak bekeringat gairah menghadang di gerbang departemen moral.

Tapi senaif apapun atau sekhayal apapun, masalah ini tetap masalah yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Saya sedang membicarakan masalah tempat kamu berdiri sehari-hari, tempat kamu membuang gumpalan sampah dari tubuhmu, yang disebut bagian dari metabolisme, tempat kamu mengubur seseorang yang pernah bernafas, tempat semua material yang kamu dapat hingga hari ini berasal.

Yap! Saya sedang membicarakan lingkungan. Lingkungan yang menjadi wadah bagi perkembangan kita, yang menampung pasrah semua tapak masalah yang kita tinggalkan.

Semua tahu dunia kita dalam keadaaan tidak baik-baik saja. TV dan koran sudah mengulangnya berjuta kali. Alam semakin sekarat dan mulai mandul. Tak perlu lagi membicarakan berapa banyak pemusnahan hutan secara legal maupun ilegal, mengenai pembuangan limbah, pengerusakan habitat alami, penghancuran ekosistem secara membabi-buta, pergeseran rantai makanan secara ekstrim, terlalu sulit untuk dijelaskan satu persatu, yang semuanya mempunyai muara yang sama yaitu deretan bencana.

Tapi ketika semua menyadari akan tindakan yang harus dilakukan dalam rangka misi mulia penyelamatan lingkungan dan penyelamatan dari bencana, ada satu hal yang tertinggal dan tidak disadari.

Ketika teman-teman dari walhi, greenpeace, wwf, atau apapun namanya sedang berusaha menyerukan dan mendorong untuk melakukan penanaman pohon, pemeliharaan hutan, program moratorium, perombakan struktural perundang-undangan perlindungan hutan, kita justru melupakan satu hal!! yaitu tindakan yang tidak kalah egoisnya dengan gerombolan brutus pembawa truk dan gergaji mesin di hutan-hutan,

yaitu pembuat bonsai!!

Mengapa bonsai menjadi masalah? Karena mereka yang mengklaim, bonsai adalah usaha menyelamatkan pemukiman dengan dampak menyegaran udara dan memperindah pemukiman, adalah salah! klise! Naif! Dan khayal! Bukankah tindakan pengeksploitasian mahluk hidup dengan mengabaikan dampaknya adalah egois! Pohon sangatlah penting bagi mahluk hidup. Apakah kita masih bisa hidup dengan kondisi pohon – pohon yang penting bagi kehidupan menjadi serba “mungil”? atau ketika kadar udara bersih semakin berkurang karena ribuan pabrik dan limbah kendaraan yang semakin menggila setiap harinya dan kita memperburuk dengan mengecilkan pohon – pohon! Di saat kita sedang berusaha mati – matian mengkampanyekan penyelamatan lingkungan kita “malah ditikam dari belakang”!.

Masih menganggap isu ini terlalu berlebihan!! bukannkah merekayasa tumbuhan secara egois sudah merupakan tindakan yang terlalu berlebihan? Para ahli berpendapat bumi akan semakin bermasalah karena banyaknya ketidakseimbangan di alam, dan kita masih berusaha merebut kehidupan pihak lain dengan mengkerdilkan pohon?

Saya juga tau banyak yang berpikir bukan bonsai yang menjadi masalah mendasar, tapi masalah amerika yang menolak protokol Kyoto, jual beli karbon yang mencurigakan atau sistem struktural kepemilikan hutan bagi segelintir elitlah yang menjadi masalah. Memang benar itu adalah masalah. Tapi itu masalah secara general. Sedangkan kita melupakan sisi fundamental yaitu prinsip personal individu untuk menjaga lingkungan, salah satunya adalah dengan penghentian pembuatan bonsai. Sangatlah kecil peranan kita untuk memaksa Amerika menerima protokol kyoto kecuali kita punya rudal jarak jauh dan lusinan tank.

Bonsai tetap dianggap sebagai sebuah seni yang merupakan warisan penting manusia, karena dalam proses pembuatan atau penciptaan bonsai tetap saja melibatkan sentuhan estetis yang tidak semua orang memilikinya, saya menaruh rasa hormat bagi mereka yang mampu membuat bonsai, bonsai tetap saja warisan seni yang berharga bagi kehidupan manusia, namun hakikat dari seni bonsai itu telah berubah. Merujuk pada kenyataan dan keironisan yang terjadi di bumi belakangan ini, muncul pertanyaan, apakah seni pembuatan bonsai masih relevan?

Bonsai dan siapapun penemunya adalah kenyataan yang sekali lagi harus dihormati, mereka mendapat tempat terhormat dalam pemanfaatan sumber daya alam, tapi membiarkan alam menyelesaikan urusan dan kehidupannya sendiri secara alamiah tanpa eksploitasi berlebihan adalah bentuk penghargaan kita pada alam dan kehidupan. Little tree little oxygen! VIVA!! Support the movement!!

 

 

 

48 responses to “STOP CREATE BONSAI

  1. penulis adalah ORANG TOLOL!! (sorry to say,i am a honest man)

    coba bandingkan…ratio berapa banyak pohon bonsai dgn laju pembakaran hutan?belum penebangan liar dan pembangunan perumahan!!!

    bonsai itu membawa tanaman2 kembali ke dlm rumah2 (yg seharusnya memang tempat tumbuh mrk)..tp dengan syarat: bentuknya dikecilkan.

    mending mana: ga ada oxygen producer ato ada oxygen producer tapi kecil?emang kita mau bonsaikan satu hutan???

    emang penulis bs memberikan solusi penghijauan di pemukiman selaen dgn tanaman hias?

    keuntungan bonsai JAUH lebih banyak drpd kerugiannya

    create bonsai as many as u can!!

  2. halo saya akan dengan senang hati menjawab argumen franco.
    pertama saya tidak akan bilang dia tolol, ayolah semua orang memang tolol, bahkan kadang sangat tolol. dan saya menghargai pendapat anda.
    saya sudah menduga akan banyak mulut yang mengatakan demikian, membanding-bandingkan masalah satu dengan lainnya, kalo memang anda mau membandingkan bonsai dengan pembabat hutan itu menjadi terlihat lebih tolol.
    memang pembabat ato pembakar hutan adalah kriminal, tapi bayangkan kalau anda punya keluarga, tetangga anda adalah seorang ex-diktator yang membunuh banyak aktivis dijamannya, kemudian anak anda mencuri sebuah permen murah di pasar, mana yang akan anda tindak terlebih dahulu…
    menuntut diktator tadi agar dihukum atau dan membiarkan anak anda yang mencuri permen murah..
    intinya adalah ada masalah besar..yaitu pembakaran hutan dan lainnya seperti yang anda sebutkan, tapi ada masalah kecil disekitar kita yang jelas-jelas diujung hidung yaitu bonsai, mana yang anda pilih, menyiram hutan yang terbakar diseluruh dunia atau tetap melakukan pembonsai-an.
    saya sudah menjelaskan diartikel saya, bahwa masalah pemusnahan hutan adalah masalah general, dan bahkan anda mengatakan dengan jelas di komentar anda”coba bandingkan…ratio berapa banyak pohon bonsai dgn laju pembakaran hutan?belum penebangan liar dan pembangunan perumahan!!!” artinya dengan membuat bonsai kita justru mengurangi kesempatan alam untuk memproduksi oksigen,
    sederhananya adalah ketika hutan semakin banyak terbakar kita masih mengecilkan pohon yang harusnya dibiarkan tumbuh besar demi produksi oksigen dengan skala massive dengan membonsainya?
    saya tidak bisa bayangkan itu…

    • sory pak bos,,seni bonsai gk melulu ngerusak alam karena dalam seni bonsai ada bahan bahan tertentu yang lajim di buat bonsai,dan bisa juga di dapatkan dengan budidaya,kalau anda mau buat tulisan seperti ini fahami dulu atau masuk dulu ke dalam lingkup seni bonsai itu sendiri,,

  3. ayolah
    anda ngomongin soal sampah dan penghijauan namun POSTER anda menjadi sampah visual dimural jalan herman yohanes samping galeria mall. mural yang berfungsi sebagai media ide telah anda rusak dengan menempel poster ANDA.

    mungkin ada banyak tembok dan mural lain yang telah anda rusak dengan tempelan poster anda. tak beda dengan poster produsk lain yang cenderung menarik kapitasl dan kepentingan tertentu.

    pernah berfikir bahwa anda tidak konsisten dalam segala hal. terlalu menonjolkan ide dan aksi seni tapi tidak konsisten dalam perbuatan.

    LEPAS KEMBALI POSTER DI JL HERMAN YOHANES DAN PERBAIKI MURAL YANG TELAH ANDA RUSAK DENGAN TEMPELAN POSTER ITU.

  4. Aku pilih:
    – Hijaukan lagi hutanku
    – Stop illegal logging
    – Kurangi pembuangan gas emisi
    – Tanam bonsai (di pekarangan rumah yg type 36)
    sepertinya tanam bonsai adalah hal paling realistis yang bisa kita lakukan, dari pada hanya teriak.. & bikin sampah visual.. , tp sebagai karya seni aku sangat apresiate.. good job man

  5. Anda perlu membaca kembali konsep lingkungan dan stop bonsai. Bicara berapi api tak ada gunanya bila tidak ada konsistensi antara IDE dan perbuatan.
    Konsep STOP CREATE BONSAI dengan pandangan PERUSAK lingkungan bagi saya tak beda dengan POSTER ANDA yang juga merusak lingkungan VISUAl saya.

    Sembarangan saja anda memasang poster STOP CREATE BONSAI menutup mural kota, jl. herman yohanes timur galeria mall, dan jl tamansiswa.apa yang ada benak anda dengan poster yang menutup mural kota yang memang disiapkan juga sebagai media komunikasi IDE. saya jadi ragu dengan kepentingan anda. tak lagi respek, atau memang anda tak perlu respek saja.

    bila anda gentle, evaluasi kembali konsep anda antara ide poster dan mekanisme publikasi di jalan jalan. sudahkan anda SANTUN, dan ramah terhadap lingkungan juga menghormati IDE lain.

    juga benahi beberapa pemasangan yang justru merusak.

    sekian terimakasih

    • ini negara demokrasi bung semua bisa berbicara atau berpendapat jika kamu sebut semua itu sampah visual.saya juga bertanya apa yang bisa kamu lakukan terhadap lingkungan ini?\

  6. hai pascal!
    apa dasar anda mengatakan poster saya adalah sampah visual, kalo boleh dikaji lagi (meskipun saya tidak akan menganggap mural sebagai sampah visual) bukankah mural juga bisa dikatakan sampah visual.
    dan anda mengatakan poster kami bukan sebagai media komunikasi dan ide?
    bukankah sudah jelas, dalam poster kami, ada terlampir pesan yang merupakan transformasi dari ide dan pemikiran dan dimanifestasikan dalam bentuk media poster. apakah poster bukan termasuk media komunikasi yang sepertinya sangat “sakral” bagi anda. lalu media ide seperti apa yang anda maksud?
    memang banyak yang sudah kami tempel karena kami menganggap tembok adalah milik publik,
    dan kami punya hak untuk menikmatinya dengan berbagai cara seperti halnya para pemural yang mempunyai hak untuk memural tembok-tembok kota.
    dan mengapa anda memaksa kami untuk melepas poster kami, bukannya itu menjadi hak individu sebagai masyarakat yang berhak berkomunikasi dengan berbagai cara, dan…..mengapa ya..anda sangat berkeberatan dengan munculnya poster kami dibandingkan mural yang mempunyai prinsip sama yaitu saling timpa dalam berkarya.
    dan kalo anda keberatan dan merasa lingkungan visual anda terganggu
    pascal Says:
    “POSTER ANDA yang juga merusak lingkungan VISUAl saya”

    maka itu seperti yang kami rasakan, ketika mereka membuat bonsai yang merusak ekosistem lingkungan,
    yang juga lingkungan saya (kalau anda berbicara tentang ke-saya-an anda yang sepertinya sangat berharga)
    dan saya bertanya-tanya bagaimana sebenarnya makna “harga-menghargai” atau respect dalam bahasa kerennya, bagi anda?
    apa kita perlu membingkai dan melapisi kaca 10mm pada setiap mural di jogja agar tidak diganggu.
    kalo seandainya besok kami mengganti poster dengan mural dan menimpa kembali mural yang sangat anda banggakan itu, apa tanggapan anda?
    apakah mural begitu sakral dan sesuci itu? toh pesan dari mural tersebut sudah selesai dan berlalu (mungkin FKY yang anda maksudkan)
    saya menghargai mural seprti saya menghargai poster.
    kalau boleh saya bertanya kepada anda yang sepertinya sangat ahli dibidang permuralan,
    segentle atau sesantun dan seramah apakah yang anda harapkan pada poster kami.

    terimakasih, dan saya sangat menghargai opini anda.

    halo ton! kamu ngapain…???🙂
    memang menanam bonsai bisa sangat realistis ketika anda menanam kembali pohon/regenasi pohon yang anda cabut.
    untuk bisa mengganti pohon yang anda cabut dan bisa berfungsi maksimal bagi keseimbangan alam.
    dan ya, mengapa harus menanam bonsai di pekarangan rumah type 36,
    bukankah lebih bermanfaat menanam pohon mangga di pekarangan rumah type 36 contohnya.
    and thanks for your opinion and attention.

  7. Hey.. tank..🙂
    Mo nanya neh, loe dr Seni Grafis ato Desain Grafis?
    dah pernah ikut MKPL Poster? bisa bedain antara poster ma selebaran gelap? tau beda komunikasi ma ekspresi? tau yang mana kepentingan publik ma kepentingan golongan/pribadi? pernah ikut mata kuliah seminar? eh.. banyak kali pertanyaannya ya.. :p, sori sok akademis.. tapi klo mo bikin gerakan moral ya bisa dicoba dengan yang bermoral dan akademis. Tunjukan gerakanmu dengan data yang valid, perkuat alasannya dengan bukti-bukti. Seorang profesor-pun masih perlu data dan mengutip pendapat orang lain untuk mempertahankan desertasinya. Cari seseorang yang lebih ahli dan ajak diskusi ttg hal tsb. Tempatkan dirimu sebagai penyambung lidah, jng hanya ingin nujukin diri aja, jng merasa udah tau smuanya. Kasihan tuh karya, klo hanya akan jadi sampah visual dan dihujat orang banyak. eh.. loe kenal obey giant juga? Sori klo gue cuma bisa ngomong doank, tp klo loe nanya gue ngapain. ya.. gue gak bakar sampah, gue matiin motor klo lampu merah, pake sepeda klo lg main, gak minta plastik ketika beli tempe penyet, gak ngrokok meski lg gk ada inspirasi, gak mabok meski lg despresi, nyiram taneman meski gk py bonsai, gk nyemprotin aerosol, dan gak makan mahluk yg berdarah.. yah.. begitulah.. sepertinya cuman ntuk diri sendiri.. gk perlu muluk-muluk.. terus berkarya man..

  8. halo mas tank, pagi ini sambil ke kampus aku liat postermu nampang di Janti. Keren tampilannya tapi pesannya agak maksa😛
    kayak asal beda, asal cocok ma konsep yang dah duluan muncul.
    dan soal sampah visual, aku ga akan bilang gitu, cuma..kayaknya emang (bakal jadi) sampah tuh..

    boleh tahu kah berapa lembar kertas yang mas pake buat nempel tuh poster seputar2 jogja? ati2 lho mas, kertas kan dari pohon juga.

    please try to be consistent. Bisa jadi jumlah kertas yang mas pake sebanding sama jumlah karbon yang hilang waktu sebatang pohon dibonsai!

    kalo masnya emang punya konsep yang kuat dan visi kepedulian lingkungan yang jelas tolong deh poster2nya kalo dah agak lama dikumpulin deh, cabutin satu2 dari tempatnya, loakin atau daur ulang kertas2nya, biar ga jadi sampah beneran..

    Jaa..

  9. hi anti….project

    Reaksi Anda seakan akan saya orang yang akan merobek robek poster anda saat melihat poster anda menutup mural. ya ndak segitunya meski saya adalah pemilik tembok yang anda tempel itu (setidaknya anda ijin ma yang punya rumah)(setidaknya juga saya akan melepasnya saat saya saya memutuskan bahwa cat tembok itu sudah usang dan saya dapet rejeki untuk ngecat lagi).

    mudah saja. anda menyerukan sebuah gerakan moral dan saya adalah “konsumen” yang membaca seruan anda. sayang saya tidak sepakat dengan cara anda dalam menyerukan (bukan media posternya namun cara anda nempel). hal ini mempengaruhi cara mikir saya terhadap subtansi yang anda serukan.

    saya hanya satu orang. dan saya kebetulan menjadi “konsumen” yang merespon karya anda. dan mungkin anda tidak menganggap suara saya.

    apa perlu saya membantu anda melakukan survey menanyai setiap orang yang lewat ditembok yang anda tempel itu. apakah mereka nyaman & respon atas usaha anda?tx

  10. setuju ama kamu Tank
    setelah dipikir-pikir ide kamu emang ada benarnya.
    selama ini aku nanam beberapa tanaman dalam pot, termasuk 7 pot berisi bonsai,
    aku menanam tanaman dalam pot karena emang nggak punya pekarangan berupa tanah,
    so, kupikir waktu itu aku mencoba untuk bergaya sok cinta lingkungan hidup, sedikit ada tanaman bisa membuat rumahku jadi “agak ber-oksigen”.
    namun setelah liat postermu yang ditempel dimana-mana itu aku jadi berpikir untuk tidak membelenggu tanaman didalam pot.
    selain itu memang oksigennya juga sepertinya oksigen yang dihasilkan cukup sedikit lalu ditambah perawatan yang merepotkan.
    bodohnya aku yang berpikir bahwa selama ini aku merasa telah memberikan konstribusi (walau sedikit) terhadap kelestarian lingkungan hidup.
    aku mungkin juga jadi berpikir untuk menyarankan orang lain agar tidak menanam pohon mangga, pohon rambutan, pohon klengkeng atau pohon apapun dipekarangan rumah mereka,karena pohon pohon tersebut hanya menghasilkan oksigen dalam jumlah sedikit, kecuali mereka mau menanam pohon dengan diameter besar, karena selain menghasilkan oksigen yang banyak juga dapat dijadikan resapan air hujan, iya nggak.
    sungguh bodohnya aku selama ini.
    sudah saatnya kita tidak peduli lagi pada tanaman karena itu akan sia-sia.
    toh bumi ini akan hancur, kenapa kita selalu coba menghalangi dengan hal-hal bodoh dengan menanam pohon kecil seperti mangga didepan rumah apalagi bonsai.
    saya pikir beberapa teman saya juga mulai setuju dengan gagasan antitank untuk meniadakan tanaman dalam pot.

    HIDUP ANTITANK
    PERCEPAT KERUSAKAN ALAM
    HIDUP ANTITANK
    TIADAKAN POHON KECIL
    HIDUP ANTITANK
    HIDUP KEHANCURAN
    HIDUP ANTITANK
    JANGAN COBA CEGAH KEHANCURAN BUMI
    HIDUP ANTITANK
    TIADAKAN OKSIGEN

  11. halo Tono!
    kami anti-tank and confederate banyak berasal dari lingkungan akademis dengan cabang keilmuan bermacam-macam. dalam hal ini, kami hanya ingin menyampaikan opini kami lewat proyek ini. “Stop create bonsai” adalah salah satu proyek yang kami lakukan belakangan ini dengan berlandaskan opini pribadi sebagai bentuk penawaran opini pada publik. memang ini adalah opini pribadi yang coba kami sampaikan ke publik. (kalau anda menanyakan kepentingan golongan/pribadi)

    kami tidak akan mengajukan data-data apapun untuk memberikan penjelasan mendasar tentang manfaat pohon besar daripada bonsai. karena bumi MEMBUTUHKAN POHON bukan BONSAI! dan anda tak perlu menjadi profesor canggih nan mahal untuk bisa mengerti MANFAAT POHON yang tumbuh besar.
    kami tak akan membatasi diri sebagai penyambung lidah! kami bisa lebih daripada penyambung lidah! kami adalah otaknya.
    oh ya kami penggemar theGiant sang pegulat!
    dan kami sangat menghargai apa yang sudah kamu lakukan. teruskan!!
    thanks!

    hai langit biru!!
    memang poster kami berasal dari pohon, dan kami mengganggap kertas adalah kebutuhan kita dan yang bisa kamilakukan adalah bagaimana mengoptimalkan penggunaannya agar tidak sia-sia dan kami sudah mengoptimalkannya dengan menggunakan kertas sebagai media penyampai opini kami, yang juga berujung pada pelestarian pohon. yang walupun pada akhirnya terkesan “tidak” optimal karena poster-poster itu sudah menghilang entah kemana, sehingga pesan itu menjadi tidak optimal

    dan kayaknya anda gak perlu susah-susah menyuruh kami untuk melepas poster-poster itu, karena sudah ada orang yang melakukannya “mungkin berkeberatan” atas opini kami atau ada inisiatif “kepentingan lainnya”.
    dan apa kira-kira maksud anda mengatakan poster kami asal cocok dengan yang duluan muncul…
    thanks!

    kami tidak dalam posisi melarang orang-orang untuk menanam tanaman di rumah, di pot atau pekarangan, bahkan kami menganjurkannya.
    dan kami tak beralasan untuk melarang anda menanam mangga, belimbing, jambu, dan semua pohon yang memiliki batang berdiameter kecil. sekali lagi justru kami menganjurkannya!
    tetaplah menanam bunga dipot KECUALI BONSAI, karena itu juga membantu alam menyediakan oksigen.

    • oalah,, suka2 org lah mau ngebonsai,, emang yang dibonsai itu pohon tanaman lu lu,,ga kan? daripada nanem ganja masih mending nanem bonsai lah,, ini jg frofesi bung , buet nyari duit,, daripada nyari duit haram,korupsi sana sini,masih mending ngebonsai lah,,

  12. HUOOO…O bener koe mas ,dari pada ra mikir opo2 trus reko2 gawe Bonsai, ben di kiro pecinta Alam…suwe2 otak E tambah Kerdil(koyo Bonsai)di Jajah Jepang Ket Biyen Kok Bangga….,Mending mikir sing REAL2 AJA LAH….

    HIDUP REFORMASI BASIO
    HIDUP ANTI-TANK

  13. buuaahhh,,, pahlawan kesiangan,
    mo cari duit pake LSM nih, basi….!!!
    inget gak salah satu ketua LSM yg juga dosen di UI,
    yg suka berkoar2, trus jadi anggota KPU,,,
    akhirnya masuk bui…
    cari duit mah kerja aja yg bener,
    kaga usah pake bikin LSM…

  14. maaf yah mas siapa yg bilang kami mau jadi LSM?
    dan siapa yang bilang kami cari duit?

    jangan asal ngomong…
    apa landasan anda mengatakan kami LSM yg nyari duit. Kami gk perlu susah – susah nyari duit. Kami bahkan sudah sangat berkecukupan sekarang.

  15. Bonsai itu seni mas. bonsai juga bagian dari melestarikan tanaman, walo bukan di hutan tapi dihalaman rumah.
    pencari bonsai saat ini mulai mengganti tanaman baru terhadap tanaman yang di ambil. apa ini salah?
    ini lebih baik dari pada menebang dan membakar tanpa menanam tanaman pengganti.

    • bonsai bukan merupakan seni asli indonesia.
      saya menghargai seni yang masuk di ruang lingkup indonesia tetapi kita juga harus bisa pilih2 mana yang seni tidak merusak alam dan merusak alam,

  16. iya kami pun mengakui bonsai adalah seni, kami bahkan sudah mengatakan dengan jelas diartikel….
    “Bonsai dan siapapun penemunya adalah kenyataan yang sekali lagi harus dihormati, mereka mendapat tempat terhormat dalam pemanfaatan sumber daya alam”

    dan menanam kembali adalah point dari semua ini.

  17. come on next project donk????

    kayake udh cukup adu argumennya, ato perlu dibikin gigs bonsai battle..hehehehehe

    salute to antitank

    ~~~~~~~~~~~~
    gigs bonsai battle…?
    hehehe…..Fans Club kali hehe….:)
    oke makasih!

  18. saya pikir saudara tank belum sepenuhnya mengikuti perkembangan dunia per-bonsai-an kini. memang patut diakui bahwa para hobiis bonsai waktu dulu sebelum gerakan penghijauan menncuat menjadi isu penting masih memanfaatkan kemurahan alam, salah satunya adalah dengan mencabut pohon dari habitatnya tanpa ada upaya menanam/mengganti lembali pohon yang hilang. kini banyak hobiis bonsai yang sudah memahami dan menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam (hutan), dan mereka mengganti bakalan bonsai bukan dari hutan, namun sudah dilakukan upaya pembudidayaan pohon yang akan dibonsai melalui beragam upaya perbanyakan baik melalui penanaman dari biji, stek batang, maupun cangkok (okulasi). walau nanti bakalan yang didapat sangat-sangat lama, namun hal ini merupakan salah satu upaya untuk lebih menghargai kelestarian lingkungan, terutama kelestarian pohon-pohon di hutan. saya pikir opini saudara “tank” tidak sepenuhnya bisa diterima oleh kalangan hobiis yang sudah memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan kelestarian lingkungan.mungkin saudara “tank” hanya menyentil mereka para hobiis yang gemar mencari bakalan bonsai langsung dari hutan. apabila semua hal ini dipertimbangkan secara bijak saya pikir akan lebih arif bila sasaran yang dituju adalah mereka-mereka yang masih gemar mencari bakalan bonsai langsung dari hutan tanpa memikirkan dampak di belakangnya..bahkan dalam kadar yang masih dapat ditoleransi bonsai-bonsai yang didapatkan dari perbanyakan (dibudidayakan) menjadi salah satu bagian dari solusi menciptakan lingkungan yang asri terutama di daerah-daerah perkotaan yang notabene sudah sumpek yang memiliki tingkat polusinya yang tinggi.sementara seperti yang kita ketahui tanaman/pohon meskipun itu dalam ukuran kecil memiliki fungsi yang luar biasa selain sebagai penghasil oksigen juga sebagai anti oksidan dan anti polutan yang tentunya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia terutama di pekotaan yang sudah sangat “kotor”, selain itu juga sangat bermanfaat dalam melestarikan tanaman terebut, tentunya semuanya dilakukan dengan tingkat kesadaran yang tinggi termasuk kecintaannya terhadap lingkungan hidup. terimakasih semoga saudara “tank” terus menghasilkan karya-karya yang bisa menggugah kesadaran kita bersama.

  19. ….apapun bentuknya itu …ketika seseorang… berniat membuat perubahan untuk bumi…sepertinya patut kita dukung….daripada hanya berbicara tapi tidak melakukan apapun…

  20. sudahlah..mari kita pikirkan ini secara kalem…
    – sing tresno karo bonsai yo teruske wae nge bonsaine, ming ojo njalok seko hutan..nganggo stek/biji/okulasi wae..
    – sing nesu karo wong sing doyan bonsai cukup mengingatkan si pe-hobi bonsai untuk ora njaluk taneman saking hutan…oke..

    nik boso kromo inggile ki win win solusien…ngerti ora…

  21. Wah setelah baca sepertinya terlalu berlebihan ya, biasanya pecinta bonsai punya mindset satu bibit tanaman akan diperbanyak sebanyak-banyaknya dengan cara stek, cangkok atau dengan berbagai macam metode propagation lainnya dengan keahlian dan tangan dingin mereka dalam merawat tanaman yang hampir mati merana bisa sehat dan tumbuh indah kembali, kemudian dengan kebaikan hati mereka, mereka bagi-bagikan ke teman-teman, saudara atau tetangga sebagai rasa persahabat. Saya pribadi menghimbau antitank untuk mencoba mengenal merawat tanaman sukur-sukur bisa mencintai tanaman dan coba memperbanyaknya. Sebesar apapun size tanaman itu hasilnya toh bermanfaat juga..

  22. Berpikir dan survei dahululah sebelum membuat pernyataan ya antitank…

    Apakah anda tau arti bonsai adalah tanaman dalam pot??

    Itu artinya semua tanaman yang di pot adalah salah???

    Apakah anda tau bonsai yang sekarang tidak semuanya diambil dari hutan….??

    Apakah anda sudah tau ada larangan pengambilan bibit tumbuhan di hutan?

    Apakah salah klo kita membuat bibit sendiri dan membuatnya menjadi karya seni…
    saya menanam dari biji sampai bisa dibentuk dan dinikmati bersama adalah salah…. ?
    apakah lebih baik biji tanaman itu saya buang begitu saja ditempat sampah daripada saya buat bonsai?

    Dasar kelompok pencari sensasi….

    Jangan jadi vegetarian ya… ntar oksigennya berkurang…..

  23. daripada kritik bonsai mendingan kritik ttg sinetron ato kalo enggak soal infotainment yang makin hari makin “ngelahap” privasi orang

  24. hehehe….
    basi lu ah… sok peduli lingkungan bngt… gw pecinta bonsai dn gw ga rela kl bonsai distop, cm org tg kg pnya jiwa seni doang yg kg suka bonsai..
    hidup bonsai…!!!!!!

  25. jangan merubah alam yang sudah di gariskan oleh tuhan,biarakan mereka bekerjadengan cara nya sendiri.bonzai adalah mengingkari garis yang dibuat oleh tuhah terhadap tanaman yang seharusnya mereka tumbuh besar kenapa harus di kerdilkan
    hidup anti tank
    hidup anti tank

  26. advatages and disadvantages?? it’s so confusing… Ada kalanya kedua pihak memang sama-sama benar.. ada kalahnya kita harus mengambil sisi positifnya.

  27. Debat kusir…. sama dng 4 orang buta yg memegang bagia2 dari gajah, ada yg pegang belalai, telinga, kaki, dan ekor.. klo masing2 ditanya gajah itu spt apa??.. jwbnya spt yg mereka pegang masing2… padahal gajah kan tdk spt kaki telinga dll… intinya utk melihat suatu permasalahan tdk bisa dari satu sisi saja tp jg dari sisi yg lain, dng bgt akan bisa saling memahami…. bagi yg anti bonsi, mencoba memposisikan diri dilingkungan bansai (sudut pandang) biar tahu apa yg dilakukan pebonsai dan sebaliknya pebonsai melihat dari sudut pandang anti bonsi…. tanpa hal tersebut omong kosong semua…. yg ada hanya saling menghujat yg takberujung… mohon maaf klo kurang berkenan… mks

  28. Pingback: Semangat Anti-Tank - Pindai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s